Showing posts with label Rangkuman khotbah. Show all posts
Showing posts with label Rangkuman khotbah. Show all posts

Thursday, July 17, 2014

Sungai Kerit

Aku sangat diberkati dg Tuban Blessing malam ini. Sejujurnya yg aku alami ketika datang adalah lemah lesu, rasa nyesel, sedih dll tp aku tahu di dalamku sangat butuh Tuhan. Cuma Tuhan yg bisa memuaskanku.

Dan DIA sungguh menjawab lewat pemberitaan Firman dari pdt. Yohanes Irawan yg memberitakan tentang Elia di tepi sungai Kerit.
1 Raja 17:1-7

1. Sungai Kerit yg diharapkan Elia untuk hidup n bersandar sengaja dibiarkan kering oleh Tuhan
 Ini berbicara bahwa "sungai" apapun dlm hidup kita bisa kering. Sungai berupa kekayaan, nama besar atau orang2 yg kita harapkan sbg tmpat brsandar (di hatiku Tuhan tunjuk satu orang)
Tapi itu semua untuk mengajarku berharap dengan n hanya pd Tuhan. (Ini rhema bgt!)

2. Sungai kerit merupakan tempat persembunyian Elia. Sbgmana aku pun bersembunyi dr kenyataan krn takut, minder, rendah diri dll. Life must go on. Aku tdk pernah melihat kemuliaan Tuhan klo terus berkubang pd kesedihan atau ketakutanku.

3. Sungai Kerit ke Sarfat
Moving to the next level.
Tuhan keringkan sungai Kerit di hidupku agar aku berharap pdNya dan bergerak pd rencanaNya yg ajaib. DestinyNya yg besar n kenapa aku ditempatkan disini sbgamana aku ada. Hei ini Bnr2 peneguhan, Penghiburan!
Tuhanku hidup dan Dia berbicara dlm hidupku.
Aku mau berjalan bersamaNya. Ya! Jadi! Genap!

Friday, July 12, 2013

KKR Kingdom Explosion - A Journal - part 1

Berjalan dalam anugerah hari lepas hari. Tidak pernah bersudahan kasihNYA dalam hidup kita. KKR kemaren tgl 8-10 Juli tersebut bawa sesuatu yang besar dalam hidupku, terutama. Berbagi dan menceritakan kebaikanNYA dan penyertaanNYa, aku hendak bercerita tentang persiapan sebelum ke KKR.

Hal pertama: cek rohani!

Sebenarnya beberapa minggu memasuki bulan juni-juli, aku disibukkan dengan rutinitas sehari-hari yang tak kunjung henti mempersiapkan anak-anak UAS baik di sekolah atau di tempat bimbel/private. Begitu masuk liburan, disangka bisa libur tapi masih ada jadwal jaga di sekolah, termasuk Workshop untuk kurikulum baru dan Raker untuk tutup tahun ajaran. Singkat cerita: padat! Dan kurang jam doa.
Di hari sabtu malam sebelum keberangkatan, hatiku bener-bener ga tentrem. Terutama banyak hal yang terjadi mengenai planning keberangkatan. Kami memutuskan naik travel karena issue bahkan berita di tivi yang mengatakan Pantura macet total. Jalan yang biasa kami lewati ke Semarang dan beberapa saksi mengatakan kalau bisa macet sampai 10 jam! Sementara kami bertujuh, beberapa masih anak-anak. Kekuatiran itu menyusup masuk.
Dsan hari itu, di malam itu, Tuhan bawa aku berdoa untuk clean up jalan menuju Semarang. Tidak ada kemacetan dll. Begitu slese doa, kelegaan besar melandaku. Dan cuma berpikir satu, aku sudah melakukan bagianku Tuhan. Berdoa dan perangi. Sekarang tinggal tenang dan nyerah di hadapan Tuhan.

Ajaib! Jadwal keberangkatan jam 11 siang tepat waktu! Sampai semarang jam 5 sore tepat waktu! Tidak ada kemacetan! Bahkan kami bisa beribadah minggu di sana! Kalau bukan Tuhan, siapa lagi?!
Begitu juga pulangnya, semua lancar.
See! Masih nggak percaya tentang peperangan rohani? Rugi besar! Itu penting sekali.

Hal berikutnya: keuangan!
Sempet mumet dengan pemasukan yang tesendat akibat pembayaran beberapa customer yang tidak tepat waktu. Barang sudah datang, tapi orangnya entah kemana. Mulanya sumpek. Berat banget! Pengen marah juga! Tapi belajar nyerah deh ke Tuhan. Tanya mesti ngapain. Kalau memang ini ujian buat mental entrepeneurship –ku diasah, pasti makin kuat deh. Masa baru barang berapa biji aja udah kelabakan, kalau dikasih sepabriknya gimana bisa kelola? Begitu kata Roh Kudus kuat di hatiku. Hihi, jadi malu. Ya Tuhan, hambaMu ini mau belajar.
Akhirnya doa perangi roh-roh penipuan, belat belit,pengiriman yang terlambat dll. Semua clean up beres! Orderan masuk dan transaksi lancar jaya berkat Tuhan.
Sampailah pada KKR dan praisen worship Time
Saat-saat yang luar biasa, karena bisa maksimal buat Tuhan. Menyembah DIA sampai semua keletihanku rontok, habis nggak bersisa. Dan baru kali ini aku bisa mendapatkan karunia penglihatan. Belum terlalu jelas, tapi aku tahu tu dari Tuhan. Karena setelah itu aku dapat konfirmasinya dari Para Hamba Tuhan.

Terutama pada saat pintu gerbang keintiman dibuka, Pak Daniel waktu itu yang pimpin. Kerinduanku terjawab. Aku melihatNYA. DIA berdiri mengedangkan tangannya dan aku dalam penglihatanku seseorang anak kecil berlari riang ke arahNYA. Itu buatku menjerit kesenengan. DIA memelukku, memangkuku dan mengenakan mahkotaNYA di atas kepalaku. cintaNYA ajaib!!!

Selain itu, aku melihat perlengkapan-perlengkapan rohani yang Tuhan berikan. Salah satunya bouquet blue roses (yang begitu aku buka mata, eh, Emak – istrinya engkong Yusak – sedang pegang n menari buat Tuhan dengan buket mawar warna biru). Saatnya menari buat Tuhan dengan gelora. 

Banyak rhema-rhema yang Tuhan taruh dalam hatiku. Begitu Tuhan ingatkan untuk tulis lagi, aku akan tulis kembali. Belajar nunggu Tuhan. J

The Open Door - KKR Gresik with Pdt. Petrus Agung


Dibuka oleh kesaksian Pak Agung tentang perjalanan beliau ke Myanmar beberapa tahun yang lalu. Dengan hanya berbekal nomor telepon hotel dimana yang hendak menjemputnya itu menginap, beliau berangkat. Namun sampai di bandara, beliau menunggu sampai malam yang bertugas menjemput tidak kunjung datang. Ditawari taksi pun, Beliau tidak tahu harus kemana. Beliau tidak tahu dimana hotel itu berada. Sampai ada seorang petugas bandara yang menanyaka  dan membantu Bapak menelpon orang yang hendak menjemput itu. Akhirnya orang itu datang dan minta maaf karena salah jadwal. Dikiranya, baru besok Pak Agung datang dari Indonesia. Demikian menggambarkan betapa satu rangkaian nomer tlp itu saja bisa menyelamatkan bapak dari kebingungan n merubah keadaan, apalagi sepatah kata dari Tuhan. Maka dari itu, rindukan sepatah kata  yang dari Tuhan dinyatakan dalam dirimu karena itu akan mengubah hidupmu.

1 Korintus 16:8-9
Kita sedang menantikan pentakosta terbesar di dunia. Kita sedang mengalami masa tuaian dimana jiwa-jiwa dibawa datang ke Tuhan. Rasul Paulus berkata dlm ayat tersbut “ ada kesempatan, ada sebuah pintu besar yang dibuka, untuk suatu pekerjaan efektif, untuk sebuah lawatan besar”
Pintu yang terbuka itu bagian Tuhan membukakan bagi kita. Tapi pekerjaan efektif itu harus kita yang lakukan. Kita harus bekerja dengan maksimal – kerja efektif.
1.                       Supaya ada pintu terbuka : doakan supaya ada pintu yang terbuka. Berdoalah dengan tepat! Seringkali kita berdoa, tapi tidak tepat sasaran. Kita berdoa seperti orang “sipil” padahal kita sebenarnya bukan orang “sipil”, kita adalah PASUKAN! Seperti yang Tuhan Yesus katakan “diatas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja (ekklesia)”

Ekklesia (yunani) :istilah militer, seorang tentara yang dipanggil n digabung menjadi sebuah pasukan. Sehingga alam maut tidak bisa menguasai kita, karena kita tentara Allah. Jangan berdoa seperti orang sipil. Tetapi seperti tentara. Buat peperangan rohani. Berdiri buat kotamu, kitalah pasukanNYA. Buat pemetaan rohani, ketahui otoritas, tengking dan patok. Mulai dari pelajari sejarah kota dll. Dan pintu terbuka karena hasil peperangan rohani. Berdirilah untuk kotamu!

2.                       Pekerjaan yang efektif
Seringkali yangmenjadi sandungan atau persoalan dalam kita TIDAK BISA maksimal atau efektif adalah KITA MERASA TIDAK MEMILIKI APA-APA. Padahal ketika kita berkata kita tidak punya apa-apa maka yang sebenarnya ada pada kita akan diambil juga.
2 Raja 4:1-7
Wanita tersebut menjawab nabi Elisa “aku tidak punya apa-apa”. Kenapa kita bisa berkata demikian? Padahal sebenarnya kita punya, meskipun sedikit. Janda nabi yang tertulisa dalam kita 1 raja-raja tersebut pun memiliki sesuatu sekalipun jumlahnya tidak banyak. Begitu juga kita. Mungkin banyak Gembala Sidang yang berkata “ah, itu kan gereja bapak. Jemaatnya kaya-kaya jadi bisa memberi banyak. Gereja saya di desa, orangnya sederhana.”  
Itu mentalitas!
Keminderan yang tidak dididik sampai hilang akan jadi batu sandungan. Tidak akan menjadikan kita maju. Menghambat! Minta hati yang mau dididik, didik jiwamu. Mentalitas itu dari jiwa. Kalau mindernya keluar itu bisa membuat kita tidak taat pada Tuhan. Tidak tepat seperti yang Tuhan mau.

Tuhan mau memberkati kita dengan apa yang sudah ada pada kita.
Contoh: minyak janda nabi tersebut, minyaknya sudah ada kan di dalam rumah? Tuhan sudah taruh benih itu dalam hidup kita masing-masing. Sekecil apapun. Entahh itu dalam bentuk potensi ilahi, talenta, bakat, dll. MIRACLE IS IN THE HOUSE.
Seperti contoh lain, Anggur di pernikahan di Kana. Airnya sudah ada di dalam rumah pesta tersebut bukan? 5 roti dan 2 ikan juga demikian.
Jangan mau dibodohi setan yang berkata, “kau tidak punya apa-apa”

3.       Jangan anggap remeh apa yang ada padamu sekalipun sedikit
Kalau saja janda itu mengatakan, tidak hanya minyak yang ada dirumah itu. Saya percaya masih banyak yang lain sekalipun sedikit, garam sedikit, gula sedikit, tepung sedikit. Itu pasti ada seharusnya. Coba janda itu berkata demikian, pasti mukjizatnya pun akan dobel-dobel. Bukan masalah rakus atau tidak.
Sebenarnya itu merupakan mentalitas. Kita bukan rendah hati tapi rendah diri (sama aja dengan minder yah :p )
“kami cuma jemaat kecil. Anggota persekutuan kami cuma 2-3 orang. Tappi tetap saja mereka “domba-domba” anda bukan?
Kalau anda berkata “cuma” itu bukan rendah hati tapi akan rendah diri dan tidka bertanggungjawab. Sikap meremehkan yang anda tidak sadari.

Tapi kalau anda bilang “cuma punya ini” (spt janda tsb). Tuhan menghormati Free will anda dan hanya melipatgandakan apa yang ada pada anda.

Tapi kalau anda mau maksimal, didik diri anda untuk keluar dari keminderan.
Caranya: Tuhan biasanya akan ajak anda melewati hal-hal yang anda takutkan. Taklukan itu. Menangkan area tersebut.

4.       Bejana yang besar. Visi yang benar
Perumpamaan 5 roti dan 2 ikan. Ikannya tidak bersisa tapi rotinya lebih 12 bakul. Semua yang dari manusia kalau dibiarkan maka hasilnya akan terbatas.
Yohanes 6:11
Ikan dilipatgandakan sesuai dengan yang mereka kehendaki-hanya cukup untuk orang2 tersebut. Sehingga kalau visi kita ingin jadi besar, belajar tangkap visi Tuhan. Karena itu yang akan menjadi besar, dilipatgandakan bahkan berkelimpahan.
5.       Nabi yang nggak punya duit tapi malah ngutang? (1 raja-raja 1:1-7)
Bagaimanapun kita butuh yang namanya finansial breathrough. Banyak orang yang kalau tenaga bisa berikan untuk melayani cuma-cuma, tapi begitu disuruh nabur, ogah-ogahan. Kenapa? Karena mereka berpikir kalau tenaga habis, istirahat sebentar pasti akan balik lagi. Tapi kenapa kalau uang susah? Karena mereka sudah terpola uang susah didapat! Itu menandakan bahwa TUHAN YESUS saja belum cukup bagi anda. Bukankah DIA sumber segalanya? Jehovah Jireh!

“Tuhan adalah gembalaku. Tidak akan kekurangan aku!” Mazmur Daud berkata demikian.
Jadi seharusnya kita tidak pernah kekurangan. Karena keuangan kita akan pulih. Jangan takut menabur!

Self Note:
Banyak hal yang aku dapat selama mengikuti KKR tersebut. Bahkan lebih dari sebelum itu. Begitu mendengar ada KKR di Gresik plus pasar murah, hatiku melonjak gembira dan ingin sekali ada disana. Rupanya ini sesuatu yang Tuhan rindukan. Begitu aku berdoa untuk transportasi ke sana. Besoknya temanku menawarkan transportasi sampai tujuan dan mengikuti KKR + pasar murah sampai selesai. Itu yang membuat hatiku melonjak! Ini yang namanya beriman toh? Enak banget! Ketika nyerah di hadapan Tuhan. Meletakkan kerinduan kita, dan Tuhan jawab dengan luar biasa. Buatku ini hal yang menguatkanku sehingga aku belajar beriman dengan hal-hal yang lebih besar hari lepas hari.
Di sana aku berkesempatan melayani sebagai konselor di pasar murah. Aku belajar Tidak memandang hasil tapi merasakan betapa “hidup” ketika aku bisa melayani dengan bebas. In the centre of His heart! Itu lebih menyenangkan bahkan lebih dari memimpin pujian di KKR besar.
Bahkan untuk hal itu pun aku perlu berlatih untuk bisa menerjang “keminderanku”. Aku minder/takut menghadapi orang. Tapi begitu Tuhan kerja di jiwaku, aku bergerak maju. Kini rasanya pengen nginjil lebih lagi. Pengen doain orang lebih lagi. Rasanya luar biasa!!!

Saturday, May 25, 2013

My Worship, My Strength : I trust HIS Heart

Mengalami sendiri jalan dengan Tuhan bahkan mengalami apa yang dikhotbahkan Pendeta dalam jangka waktu yang cukup dekat itu sesuatu! Special tapi juga ngeri. Aku cuma bisa berkata, AnugerahMU cukup bagiku untuk menjalani semuanya.

Minggu lalu kita dengarkan sebuah khotbah dari Pdt Petrus Agung Purnomo dan lagu yang cukup merhema bagiku. TRUST HIS HEART.

Kecapi Raja Daud - Mazmur150
Dan sekarang, aku sama sekali tidak tahu apa rencanaNYA ke depan
Semuanya menikung dengan sangat tajam
tidak tahu apa yang akan terjadi di depan sana
cuma bisa menyerah sepenuhnya
cuma bisa berkata, “I trust in YOU LORD”

I trust HIS HEART
Karena hatiNYA tidak pernah merancangkan yg jahat bagiku,
Tapi karena cintaNYA, yang setiap hari kunikmati, hari lepas hari aku alami

kunaikkan kecapiku di hadapan Tuhan,
bernyanyi dan melukiskan perasaan terdalam,
datang apa adanya...

seringkali rencanaMU di luar nalarku Bapa, sangat jauh dari apa yang aku pikirkan.
Aku sama sekali tidak bisa membaca rencana ke depanMU untukku
Tapi yang aku tahu dan aku percaya sungguh, KAU akan menjadikan indah pada waktuMU
KAU punya rencana yang tidak pernah aku tahu sebelum aku sampai disitu.
Dan dari semuanya itu aku percaya, sangat sangat percaya, aku mengalaminya berjalan bersamaMU dan tiba-tiba aku masuk dalam rencana besarMU

Ini respon yang adalah pekerjaan ROH KUDUS.
Ketika aku bisa bernyanyi :

“Bapa Surgawi ajarku mengerti,
Betapa KAU mengasihiku
BAPA Surgawi ajarku mengenal
Betapa kasihMU padaku
Semua yang terjadi di dalam hidupku
Ajarku menyadari KAU slalu sertaku
Bri hatiku slalu bersyukur padaMU
Karena rencanaMU indah bagiku”

“Masalah boleh ada, tapi yang menjadikan engkau pemenang adalah bagaimana responmu menghadapinya. Kadang masalah ada buat kita mendekat padaNYA. Naikkan kecapi penyembahanMu, sayap keintiman yang membuatmu bertahan dalam apapun masa di hidupmu.“

Monday, October 8, 2012

7 Jenis Bejana (PD Ecclesia, 2 October 2012)

PD Ecclesia, 2 October 2012

Yeremia 18:1-6. Kita ibarat bejana yang diciptakan secara spesial di mata Tuhan. Ada 7 jenis bejana yang melambangkan kehidupan orang Kristen, yaitu:

1.       The Vessel of Honor (benda yang dipakai untuk tujuan mulia)-Roma 9:21. Bejana ini adalah bejana yang ditaruh di pinggir pintu masuk rumah orang Israel. Berguna untuk mengambil air dari sumur dan menampung air di depan rumah. Fungsinya supaya setiap orang yang bertamu bisa mencuci kaki, tangan, atau muka sebelum masuk ke dalam rumah. Bejana ini melambangkan anak Tuhan yang pelayanannya di rumah Tuhan, yang tahu bagaimana caranya mengambil Air Hidup setiap hari dan membagikannya kepada orang lain.

2.       The Vessel of Mercy (benda-benda belas kasihan-Nya)-Roma 9:23. Fungsinya mirip The Vessel of Honor tapi diletakkan di tengah kota. Supaya orang asing yang datang ke kota tersebut dan tidak punya sanak saudara bisa membasuh tangan, kaki, atau mukanya setelah perjalanan yang ia tempuh. Bejana ini melambangkan anak Tuhan yang ditaruh di marketplace atau di tengah masyarakat yang haus akan kebenaran firman tapi menolak untuk ke gereja. Menjadi terang di tengah kegelapan dunia.

3.       The Chosen Vessel-Kis 9:15. Bejana pilihan yang dibentuk dengan spesial sebagai mahakarya sang penjunan. Bejana ini diperlakukan sangat spesial oleh sang penjunan. Orang yang membelinya pun tidak sembarangan. Bejana ini membawa identitas sang penjunan pada bagian dasarnya. Biasanya ditandatangani atau diberi stempel oleh sang penjunan. Ketika bejana ini dibeli oleh seseorang lalu dijadikan pajangan, menjadi suatu kebanggaan bagi sang penjunan maupun sang pembeli. Bejana ini melambangkan anak Tuhan yang terpilih seperti Paulus. Ditempa sedemikian rupa oleh Tuhan supaya memancarkan kemuliaan-Nya kemanapun ditempatkan. Terus taat dan jangan biarkan apapun yang datang ke dalam kehidupan membuat kita angkat tangan dan menyerah.

4.       The Clean Vessel-Yesaya 66:20. Bejana mulia (1) yang dipakai terus menerus lama kelamaan akan mengalami kerusakan pada bagian mulut bejana. Akan ada pecahan kecil-kecil pada bagian mulut bejana sehingga kurang elok untuk ditaruh di depan rumah. Bejana ini akan dibawa masuk oleh sang tuan rumah. Digunakan mengisi gandum beberapa lamanya sampai pada waktunya dibawa kembali kepada sang penjunan untuk diperbaiki. Melambangkan anak Tuhan yang mulai kecewa karena pelayanannya sepertinya tidak menghasilkan apa-apa. Bahkan hanya mendatangkan cemooh dari orang-orang sekitarnya. Kembalilah kepada Tuhan supaya Ia memperbaiki hati kita dan melepaskan dari semua kekecewaan dan kita kembali menjadi bejana yang mulia.

5.       The Vessel of Dishonor-2 Tim 2:20. Bejana yang setelah dilewatkan perapian ternyata berbintik-bintik kecil-kecil karena kualitas tanah liat yang digunakan tidak baik. Bejana ini biasa ditaruh berdampingan bejana mulia untuk tempat air bekas mencuci tangan, kaki, atau muka. Selain itu biasanya bejana ini juga digunakan sebagai tempat sampah. Melambangkan orang-orang yang terus menerus mengalami abuse dalam hidupnya sehingga banyak luka dan kepahitan dalam hatinya sehingga sulit untuk menerima kebenaran firman Tuhan. Datang pada Tuhan minta supaya semua kepahitan dibereskan.

6.       The Broken Vessel. Bejana yang retak. Bejana yang mengalami benturan ketika dipakai sehingga mengalami kerusakan. Orang Israel akan mencari vasuka, sejenis kutu binatang, untuk diremas dan diambil darahnya untuk memperbaiki bejana tersebut. Darah vasuka ini bersifat lengket seperti lem sehingga bisa menambal bagian bejana yang retak supaya keretakannya tidak menjalar. Seperti darah Yesus yang bisa menyelesaikan semua kerusakan dalam hidup kita. Tetapi seringkali kita menganggap remeh kuasa darah-Nya. Sadari kuasa darah-Nya yang luar biasa dan minta tolong Ia perbaiki seluruh kerusakan kita.

7.       The Vessel of Wrath (Perabot-perabot kemurkaan)-Roma 9:22. Bejana yang menolak darah Kristus, menolak Sang Sumber Pertolongan. Jangan menolak Tuhan karena Ialah satu-satunya pengharapan dan pertolongan kita.

Jadi, bejana yang seperti apakah Anda? Jika bejana yang baik pertahankan, jika tidak bertobat dan kembali pada-Nya, Sang Penjunan kita untuk diperbaiki.


Source: PD Ecclesia - ICS

Partners