Showing posts with label Rhema. Show all posts
Showing posts with label Rhema. Show all posts

Tuesday, July 4, 2017

I BELIEVE - SYMPHONY WORSHIP (lyric and testimony)

Shalom, 
Malam ini aku menulis ditemani lagu yang sangat memberkati dari Symphony Worship - I Believe yang sempat membuatku nangis kejer kayak anak kecil di hadiratNya. Aku merasakan kebaikanNya yang teramat sangat dan kasihNya yang mengalir dalam hidupku. 

berikut lirik powerfulnya :



I Believe

Lirik lagu I Believe by Symphony Worship - Album Freedom

Lord I offer You my heart
All I am, all to You
Lord I want to be with You
In Your presence I am whole

Lord I want to walk with You
Hold me close in Your arm
Lord I want to be with You
In Your presence I am whole

I will trust in You
I will trust in You

I believe, I believe in You
I will walk with You
I will walk with You
I surrender to Your plans
You are there in all my struggles
Lord I trust in You

I believe I believe in You
I will walk with You
I will walk with You
Be the reason that I live
Fulfill the purpose in my life
Lord I trust in You

Even when the storm is raging
Your word guides my heart
Even when it's hard to sing out
I will lift Your Name on high
Now that every chain is broken
And my heart has been set free

I will trust in You
I will trust in You

dan inilah yang membuatku benar-benar tenggelam dalam setiap kata dalam lagu tersebut. Ketika aku mengalami, ketika aku meletakkan hidupku, bukan hanya sekali, namun berkali-kali. Karena setiap bagian dalam hidupku harus diletakkan, bagian per bagian. Dan sekali lagi ketika kedaginganku dikoyakkan, ketika aku mengangkat tanganku dan berkata "Tuhan, aku mau percaya padaMu, sekalipun aku ndak ngerti!" aku meletakkan ketidakpercayaanku dan usaha manusiaku di mezbahNya. 

Karena malam ini, aku melihat Tuhanku hidup dan Dia Tuhan yang mendengar doa. Aku melihat tanganNya yang ajaib tiba-tiba membalikkan keadaan yang kelihatannya mustahil. Dan aku melihat, ketika kita berdoa dan berdiri untuk seseorang, keluarga bahkan bangsa, maka TUHAN akan menjawab doa kita. Itu suatu yang menerobos pikiranku. Ketika selama ini, aku berdoa, tapi aku tidak percaya kalau doaku didengar, ataukah berhasil? tidak ada iman sekalipun aku berdoa. 

tapi hari ini, tiba-tiba aku sadar, ketika kita sepakat dengan Tuhan, kita sungguh-sungguh berdoa dan berdiri untuk seseorang, maka itu diperhitungkan di hadapan Tuhan. 

"I will trust in YOU...I will walk with YOU..."

seperti lagu ini membuatku ingin menjerit, Tuhan... sudah saatnya, aku berjalan bersamaMU, flow with YOU.. menuntaskan yang menjadi destiny dan panggilanku. MUngkin saat ini aku blm dengan pasti melihat, namun aku yakin, step by step sambil aku terus berjalan bersamaMU, Engkau pun akan membawaku ke destiny yang KAU tetapkan. Salah satunya, berdiri bagi keluargaku. 

Dan malam ini, satu selaput lagi telah terkoyak. AKu tahu kini, Engkau Tuhan yang mendengar doa. Engkau Tuhan yang hidup. 

Mengenai Lagu ini, 
aku mendengarkannya sekilas dari instagram dan tertarik untuk mencari judul lagu tersebut. Sebenarnya lagu ini sudah cukup lama, tapi belum merhema dalam hatiku. Seringkali mengenai sebuah lagu pujian, sekalipun itu lagu yang baru dan bagus, tapi aku menyanyikannya ketika aku mendapat rhema dari lagu tersebut. Sehingga aku tidak berpatokan harus lagu baru, harus lagu hits. Aku ingin belajar mengikuti kerinduan Tuhan, mood Tuhan, selera Tuhan, meskipun belum sepenuhnya mampu. 

Satu lagi, ketika kita menyanyi menyembah, seringkali Tuhan inginkan kita ngerti arti dari lagu tersebut, bukan hanya ngerti tapi juga ada "emosi" di dalamnya. artinya, ketika kita menyanyikan lagu cinta, terdapatkan cinta di dalamnya? atau hanya kata-kata mati?  ketika kita menyanyikan lagu pengagungan, adakah rasa kagummu? ketika lagu itu bercerita tentang percaya pada Tuhan? adakah hatimu menjerit, berkata "Tuhan.. aku ini meletakkan hatiku untuk mempercayai Engkau dalam setiap rencanaMU!" 

Jangan hanya melakukan kata-kata dalam lagu itu, tapi bawa "emosi" mu di dalamnya. Bukan flat, bukan sekedar kata-kata, bukan sekedar suara bagus, dan teknik yang oke. karena ketika itu lahir dari hati dan keintiman kita dg Tuhan, orang-orang yang mendengar akan terberkati, Tuhan akan disukakan. 

Ada satu scene yang paling aku suka dari film "Ballerina" yang berkaitan dengan passion. Apa yang membedakan Felice dari saingannya, si nona perfect Camille yang berlatih balet bertahun-tahun? 

Felice menari dengan "emosi"nya, dengan passionnya. aku suka sekali dengan kata-kata guru felice, "bawa emosimu masuk dalam setiap gerakkannya, cintamu, obsesimu, gairahmu, kerinduanmu, semuanya..." 

begitu pula dalam menyanyi. Bawa seluruh "emosi" mu di dalamnya. Bukan hanya datar, bukan hanya suara, tanpa emosi. 

Dan tanpa mengenal dan berjalan bersamaNya hari lepas hari, tidak pernah ada emosi yang dibangun. Kau tidak bisa menyanyikan lagu cinta untuk seseorang yg tidak kau cintai. Kau mungkin bisa, tapi itu bukan dari hatimu. Untuk mendapatkan emosi yang utuh, harus ada pengalaman berdua. 

Penyembahanmu hanya akan sedalam pengalamanmu dengan Tuhan  - Sari Simorangkir. 



Thursday, June 29, 2017

HE BRINGS ME BACK!!

Shallom,
It's been a year and half, dan akhirnya aku punya bahan untuk menulis kembali. Selagi vakum menulis ada banyak cerita dan pengalaman yang ingin kubagikan. Sebenarnya bukan pengalaman yang baik, namun dari sebuah kegagalanku dan bagaimana Tuhan -somewhat- tetap pegang tanganku. 

Di suatu perjalanan dimana kita memilih ikut Tuhan dan menjawab panggilan Tuhan untuk hidup kita, pasti ada persimpangan yang harus kita lalui. Persimpangan itu antara tetap berada di jalur Tuhan atau keluar dari jalurNya dengan sekehendak hati kita. Sekalipun sekehendak hati kita itu tetap yang baik. Saya tidak berbicara tentang hal-hal negative. Tapi hal-hal yang baik, baik menurut manusia. Tapi setelah baik, ada lagi levelnya yaitu yang berkenan dan yang sempurna. 

Mengikuti jalan kita sendiri itu baik. Kita toh tidak melakukan maksiat atau berbuat jahat. Tapi apakah itu berkenan di hadapan Tuhan? apa itu rencana Tuhan yang sempurna dalam hidup kita? I dont think so.

Itulah mengapa, Jalan Tuhan adalah yang terbaik. 

Dan aku tahu rasanya bergumul untuk tetap ada di trackNya, di jalanNya, di panggilanNya di destiny yang sudah Dia Tetapkan. 

Di satu titik, aku ingin berhenti. karena jiwaku letih. aku memilih yang biasa-biasa. aku memilih hidup seperti manusia normal. apakah itu salah? Tidak. misalnya, aku menikah dan punya keluarga punya anak, tidak akan salah. Tapi sekali lagi, mungkin itu bukan Rencana Tuhan yang sempurna atas hidupku. 

Aku tidak perlu menyebutkan kebodohanku yang lainnya, tapi yang aku tahu, aku nyaris saja memilih hengkang dan menjauh dari Tuhan. 

di satu titik di hidupku, aku cuma bilang. Tuhan, aku akan diam-diam berhenti mengikuti kegerakanMu. Tidak, aku tidak pergi kemana-mana, aku hanya akan diam dan menonton. Toh, selama ini aku juga belum terlalu paham. Aku akan jadi seorang pelayan Tuhan yang sangat manis di gereja. 

aku sadar aku berpikir begitu dalam hatiku. ditambah dengan kekalutan hati manusiaku. 

sampai tiba-tiba semua rencana dan bayangan masa depan yang kurancangkan sendiri, hancur! 
Aku bahkan tidak bisa kembali. Untuk menghadap Tuhan, berdoa, bersaat Teduh, aku sudah lupakan itu. oke, aku berdoa, tp tidak sekalipun aku berdoa untuk jiwa-jiwa, apalah itu.. aku hanya berseru agar bebas dari masalah yang sedang kuhadapi. Masalah yang aku tahu aku ciptakan sendiri. saat itu aku tidak bisa merasakan Tuhan. saat itu sepertinya aku berteriak di udara kosong. Tapi di satu sisi terdalam hatiku, aku tahu Dia mendengarku. 

Sampai di suatu waktu, masalah itu tiba-tiba selesai begitu saja. Sangat ajaib buatku! Yang aku pikir aku harus menunggu selama beberapa waktu untuk bisa sembuh dari trauma dan kehilangan, hanya dalam hitungan hari, Tuhan membalikkan keadaan. 

Dan hal yang lainnya, Tuhan bisa pakai siapa saja untuk tarik aku balik ke jalurNya. bahkan orang yang sama sekali asing buatku. Kalau boleh dibilang divine connection, mau dikonek2in sendiri atau apa jg terserah hehe, tapi satu hal yang pasti melalui beliau, akubelajar banyak dan akhirnya terhisap kembali dalam kegerakanNya. Plus, belajar mengenalNya secara pribadi. 

sejujurnya aku jadi seperti anak kecil kembali. seperti semua yang pernah aku pelajari entah kemana. Tapi justru aku menikmati hal ini. Aku hanya jadi apa adanya. sampai disini, aku tahu DIA Tuhan yang selalu memegangku, dan entah bagaimana caranya, tetap membuatku pd jalurNya. 

Sejujurnya hal yang kutakutkan adalah mengecewakanNya. setelah semua yang diberikanNya dalam hidupku, kesempatan demi kesempatan, anugerah demi anugerah, bahkan cinta yang tidak pernah habis. 

Aku kenal seberapa bebal dan nakalnya jiwaku ini, aku hanya tidak ingin didapatiNya tidak selesai dan kembali ke kehidupanku yang semula. Kadang, aku pun seperti menyesal, kenapa aku sebandel ini, kenapa hatiku begitu kaku.. aku pun ingin nurut, aku pun ingin punya hati yang nurut, yang dewasa, yang ga kolokan... 

anugerahNya mungkin tetap ada, tapi waktuNya sudah sangat singkat. 

Dan baru-baru ini aku sadar, bahwa DIA Tuhan atas perjanjian. Kalau aku tetap ada di hadapanNya sampai hari ini, itu karena perjanjian. 
Bahkan ketika aku tidak tahu harus memilih apa, dan berkata "Paksakan kehendakMu yang jadi atas hidupku." itu berdampak, semelenceng apapun, akhirnya Tuhan akan bawa kembali. 
tapi percayalah, 
lebih baik menurut Tuhan dari awal. lebih baik kenal Tuhan dari awal. daripada harus dipaksa. karena dipaksa itu sakit, nggak enak dan terkadang harga yang dibayar dan waktu yang terbuang lebih besar. 
sedangkan.. masih adakah waktu untuk salah dan salah langkah terus?
Tidak ada waktu untuk salah-salahan terus!
Aku membaca ayat ini di kaos peserta YouthCamp lalu, dan spt Tuhan berkata ini padaku ^^

Di atas semuanya itu, kemarin di Bahtera Youth Camp, Tuhan meneguhkan kembali panggilanNya. 
dengan kesaksian dari Ci Lala dan teman-teman Juniors. 

mau engkau memilih jalanmu sendiri, atau kamu memilih jalan Tuhan.. masing-masing ada resikonya. masing-masing ada bayar harganya. 
menjawab panggilan Tuhan pun aku tahu ada resiko yang harus aku hadapi. 
Tapi bagaimanapun juga, jalan Tuhan adalah jalan yang sempurna. Dan Dia yang akan jamin kita bisa finish strong. 

Pada kesimpulannya, 
Yang aku tahu, hidupku sudah ditangkap Tuhan jauh dari sebelum aku sadar akan pribadiNya. 
dan tidak bisa lari lagi. No Turning back. sejauh apapun aku melangkah pergi, TanganNya tetap membawaku kembali. 
dan aku tahu, inilah yang kupilih. I have decided to follow Jesus... No turning back
tidak hanya menerima DIA sbg juruslamat, tapi lebih lagi, melangkah lebih dalam mengenalNya, jalan-jalanNya dan rencanaNya yang ajaib untuk semua kita.
amien. 

Monday, September 21, 2015

There is A Saviour (Heavenly Five)


There is a Saviour
What joys express
His eyes are mercy
His word is rest
For each tomorrow
For yesterday
There is a Savior
Who lights our way


In Your Presence 
There is Comfort
In Your Presence
There is peace
when We seek to know Your heart
we will find such blessed assurance
In Your Holy Presence Lord


Pertama kali saya mendengarkan lagu ini adalah ketika KKR Bahtera yang bertajuk His Manifested Presence. sebelumnya Pastor Petrus Agung menceritakan sebuah kisah yang tentang sebuah biola di tangan sang pembuatnya. "In The Master's Hands" saya tidak ingat seruntut cerita itu disampaikan, tapi kurang lebih cerita itu sebagai berikut:

alkisah seorang perajin Biola membentuk sebuah kayu dan mengukirnya menjadi sebuah biola yang cantik dan siap untuk dijual. Tak lama berselang, biola itu dibeli seorang Ibu yang putranya sedang belajar bermain biola. namun anak ini tidak memakai biola tersebut dengan baik. yang ada Biola yang indah itu menjadi rusak dan tidak terawat. Biola itu kian lama kian usang dan tidak terpakai. Sehingga biola itu pun disimpan begitu saja di gudang.

beberapa waktu kemudian, biola itu pun di lelang di sebuah pelelangan barang antik. Biola itu hanya biola usang dan tidak ada yang mau membelinya, bahkan untuk harga yang sangat murah. sampai kemudian seorang pria tua berdiri dan menghampiri petugas pelelangan. Diraihnya Biola itu dan diperbaikin beberapa bagian yang patah, dipasang kembali senar-senarnya dan dibersihkan setiap debu yang menempel di badan biola tersebut. Dengan lembut, dimainkannya biola tersebut. 

semua orang yang ada diruangan itu terperangah. nada lembut, sangat merdu keluar dari benda yang tadinya usang dan tidak ada nilainya tersebut. 

seorang kaya dengan pongah kembali menawar dengan harga fantastis, begitu pula beberapa orang lainnya. mendadak orang-orang yang tidak menghargai biola itu tadinya kini berebut hendak memilikinya.

namun sang pembuat biola tersebut hanya tersenyum, "Biola ini tidak aku jual"

begitulah, di tangan sang penciptanya, biola yang tadinya sudah kehilangan tujuan dia diciptakan tersebut kembali ke destiny nya, untuk apa dia diciptakanya.


bukankah ini mengingatkanmu pada seseorang? 

ini mengingatkanku pada ceritaku sendiri. 
betapa di hari aku mendengar pertama kali lagu ini, aku sedang kehilangan semangat, bahkan tujuan hidup. Aku putus asa dan kecewa. Aku sedang terpuruk dan tidak tahu apa tujuanku ada di setiap ibadah. apa yang Tuhan mau atas hidupku? setelah Tuhan meremukkanku sedemikian? 

tapi tidak ada gunanya aku terus berontak. aku tahu, di luar DIA aku tidak bisa apa-apa. saat itu lagu ini menyentuh kedalaman hatiku. 

aku ini bobrok. rusak. bisanya cuma menyakiti hatiNya saja
tapi bagaimanapun, hanya di tangan Penciptaku, aku dapat kembali memainkan nada-nada indah untuk kemuliaanNya

Kalau aku ada hari ini, semua karena Tuhan, Penciptaku, Penyelamatku, My Master, Dialah yang memungut biola jelek usang bobrok ini dan mengeset ulang semua bagiannya yang kendor dan memasang senar-senar baru sehingga nada-nada cinta kembali tercipta untukNYA.

Aku tidak bisa mengatakan betapa dalamnya lagu ini menggores dalam hatiku.
kekuatan sebuah lagu penyembahan hanya akan begitu lekat ketika kita mengalamiNya sendiri dalam hidup kita. Penyembahan yang hidup dari kedalaman dan pengalaman akan CintaNya.

His eyes is mercy ....
ketika aku goyah, aku mengingat tatapan cintaNya yang begitu dalam. Tidak ada yang begitu melegakan kecuali bersama denganNya. 

Sunday, July 26, 2015

Rules for Woman in Love (Rhema from Lady in Waiting)

SHALOM LADIES.

Ladies of Jesus sekalipun pasti pernah mengalami jatuh cinta kan ya?
Lupakan tentang pasangan yang tidak seimbang di dalam Kristus karena postingan kali ini justru saat kita sudah jatuh hati pada seorang pria yang "ideal" buat kita. 

Pernah nggak ladies suka susah nahan perasaan ladies dan malah agresif banget buat nunjukin perasaan ladies ke pria tersebut?
aduh, ga elegant banget sih ya!
kalau dunia bisa begitu, tapi Ladies of Jesus jangan deh, hmm, malu-maluin.
karena Tuhan yang membawa jodoh kita pada kita bukan kita ngejar-ngejar gitu. 

ahh, tapi itu saya sendiri alami kok Ladies. 
cuma waktu ngalamin itu, saya reread Lady In Waiting - sebuah buku yang keren banget, bisa dilihat resensinya disini.

Nah, kayak dibukain tuh sama Tuhan beberapa hal yang dulu udah dibaca sih tapi nggak mudheng alias dont understand. tiba-tiba bisa bikin rule seperti di bawah ini. rules ini buat jiwa kita sih, terutama dengan background Ladies yang merasa "pacar adalah segalanya", "butuh dicinta", "merasa tidak aman tanpa pacar" dan lain-lain.

So, here we go

Rule no 1. 
Berikan hatimu pd Tuhan ketika kau tengah jatuh cinta sekalipun. Kemukakan isi hatimu dihadapanNya. Pada dasarnya manusia itu butuh dicintai dan mencintai, tapi diluar TUHAN cinta manusia tidak akan ada yang memuaskan. ketika kita jatuh cinta, libatkan Tuhan didalamnya. Biarkan Tuhan tahu hati kita tanpa ditutup-tutupi. kalau kita berikan hati kita pada Tuhan, sekalipun kelak kita punya kekasih, atau saat kita patah hati, kita nggak  akan bilang dari dulu begitulah cinta deritanya tiada akhir seperti kata patkay itu. Karena Tuhan bisa kasih warning buat kita tidak jatuh hati terlalu dalam pada orang yang salah. 

Rule no 2. Kekang emosimu jgn terbawa nafsu (debaran2, rasa romantis yg tdk semestinya)
nah ini adalah penyakitnya Ladies yang suka drama, seperti saya, duh, yang kayak gini memang harus rajin-rajin ditengking, dicabut, dikebasin dari hidup kita. karena emosi yang tidak dikekang bisa sangat liar lho. emosi disini termasuk jatuh cinta. nah, gimana donk masa jatuh cinta nggak boleh berdebar-debar? hmm, kalau menurut saya, sewajarnya aja. Maksudnya, tahan diri kita biar tidak terus menerus memikirkan si diaaa terussss.  Kalau menyukai dengan cara sehat kita bisa membagi perasaan kita dengan semestinya.

Rule no 3. Tidak ada! Manuver manipulasi. Bersikap apa adanya. Biasa saja. Bersahabat spt yg lain.
JANGAN LAKUKAN APAPUN! hmmm, maksudnya, jangan tergoda buat bbm or sms dia duluan deh, dan mereka-reka topik pembicaraan hanya karena ladies pengen tahu reaksinya. Tunggu aja deh mereka yang bergerak, kalau memang mereka punya perasaan yang sama. Jangan istimewakan dia lebih dari yang lain, jangan langsung menjawab ketika dia bbm, jangan seolah-olah kamu desperate banget sama dia, jangan bikin meme2 atau postingan di sosmed dimana dia ada agar dia komen.
mungkin ladies bertanya: yah namanya juga jatuh cinta, bagaimana bisa?
well, rule 2 harus benar-benar dilakukan dlu deh! restrain your emotion! jangan diumbar2 emosinya yah. disini kita belajar penguasaan diri juga penting!

Rule no 4. Dont blow your fantasy. Jgn berfantasi pra nikah hny gara2 satu atau dua perhatian kecil.
dont blow your fantasy artinya ketika dia baru nyapa kamu aja, jangan langsung terbayang kamu bakal married sama dia, pake gaun apa, anaknya berapa... aduhhh, just dont blow your fantasy! belum tentu juga jadi sama dia, ya kan?! maksudnya fantasi pra nikah itu gitu. 

Rule no 5. Jangan memperdaya dirimu dg mendahului Tuhan dg memberi harapan palsu pd diri sendiri, merasa dialah sang Boas yg kau nanti
ini penting juga dan hampir sama dengan Rule no.4 . Kadang yang bikin kita patah hati dengan sangat itu karena kita memperdaya diri kita sendiri, meng-PHP diri kita sendiri. Kalau kita mendahului Tuhan juga gitu, kita merasa lebih tahu dari Tuhan dengan bilang, Tuhan yang ini cocok buatku, karena ini gini gitu gini gitu bla bla bla... padahal yang kita lihat tuh cuma sekian meter ke depan, sementara Tuhan itu tahu dari awal sampai akhir, karena Tuhan itu alpha dan omega. santai saja, mengalir sama Tuhan. 

Rule no 6. Periksa motivasi diri seblm melakukan apapun hny karena ingin dilihat olehnya.
Oke mungkin kita sudah berhasil dalam tahapan tidak bermanuver. tapi apakah kita masih punya perasaan ingin membuat dia terkesan dengan sesuatu yang dia suka? well, berarti kita nggak tulus donk. motivasinya bercabang hati. padahal kita harus melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia. Jangan lakukan bantuan apapun untuk teman pria yang anda suka apa yang TIDAK akan kamu lakukan untuk teman wanitamu.

Rule no 7 menjadi wanita yg puas dg berhenti mencoba mengatur Tuhan dg syarat2 yg kau rasa pas unt hidupmu. Yakinlah dg jalanNya dlm hidupmu.
Kesombongan adalah memandang diri lebih tinggi dari yg seharusnya dlm konteksku : merasa pantes mendapatkan yg lebih dari yg ada selama ini. Pacar yg lbh rohani, lbh kaya, baik dll. Padahal aku tidak serohani itu. 
ingat, sejenis menarik yang sejenis. Kalau di dalam kita masih amburadul, ya kemungkinan besar yang datang mendekati kita ya amburadul. sekalipun luarnya kita keliatan oke lho. hmm, jadi bisa dilihat kira-kira dari mantan kita yah orang seperti apa sebenarnya dalamnya kita nih. hehehe.

well, saya sendiri masih terus dalam bergumul untuk mengerti jalan Tuhan dan rencanaNya. yang paling penting jangan biarkan hidup kita hanya berpusat pada keinginan untuk mencari pasangan hidup dan sebagainya. enjoy your life, bergaullah, lakukan banyak hal-hal baik dan bermanfaat bagi orang lain. 

sedikit kesaksian dariku, aku sudah sekitar 1,5 th an single dan masih menunggu PH yang dari Tuhan. Aku sendiri tidak tahu seperti apa ke depannya. tapi jujur hari-hari ini aku merasa lebh hidup dengan cara berbagi "hidup" dengan orang lain" entah itu dengan mengajar di rumah singgah, dengan fokus pada murid-muridku di sekolah, pelayanan, terlebih bisa lebih dekat dengan Tuhan Yesus. 

kalau bisa dikatakan, aku merasa jauhhh lebih baik ketika saat ini aku "single" dibanding ketika aku punya pasangan dulu. Saya tidak berkata bahwa saya dulu tidak bahagia dengan pasangan saya. tapi energiku lebih banyak terfokus pada pasangan dan hubunganku. belum lagi kalau sedang ada selisih pendapat. ketika pertama kali kami putus, seperti wanita lainnya aku sangat down. tapi lama kelamaan, aku belajar menerima dan melihat keputusan dan rencana Tuhan buat saya sungguh lebih indah. Lebih lagi kalau ada teman yang sudah nikah. kadang masih terbersit pikiran: coba dulu nggak putus pasti gue udah nikah juga. tapi langsung deh ditengking tuh suara. gimana lagi, kesalahanku yang dulu udah terlanjur terjadi dan yang sekarang Tuhan yang pegang kendali. biar apa kata Tuhan aja deh. Tapi bener sangat bersyukur karena tanpa "pasangan" pun aku merasa begitu lengkap. 

Di hari-hari ini, Tuhan ubah paradigmaku. dulu aku berpikir setelah menikah aku bakal off pelayanan dan bakal jadi orang biasa aja kerja dan ngurus keluarga segala macem. tapi semakin Tuhan bawa dan tangkap hidupku, aku memilih untuk jika menikah kelak, berdoa untuk dia yang sepadan dan bakal terbang bersama pada panggilan kami. yang bisa mendukung dan menopang, tidak menghalangi atau membebani untuk berlari mengejar Tuhan. bahkan berdua lebih baik dan lebih luar biasa dalam Tuhan.

pada akhirnya, biar semua mimpi, harap, cinta kita kembali dan menjadi milik TUHAN YESUS KRISTUS seutuhnya. sampai kita kembali padaNYA saat DIA datang sebagai mempelai yang tidak bercacat cela. 

amien.

lots of love
NAOMI NADIA


Partners