Sunday, December 30, 2012

The Author and The Finisher of My Faith

Perjalanan yang ajaib menuju ke KKR Glory to Glory – Bahtera 2012 telah aku lalui. Baru saja kembali ke daerah asal, keinginan untuk menceritakan kebaikan Tuhan itu begitu besar. Catatan ini cuma sebuah catatan kecil perbuatan besar yang Tuhan berikan dalam hidupku sepanjang tahun 2012 ini. Sebuah tahun yang ajaib dan dahsyat dimana Tuhan membawaku pada didikan satu ke didikan yang lain. Bukan cuma berhenti pada sekolah karakter IMPACT tahun 2012 saja, tapi sampai akhir hayatku nanti Roh KudusNya sendiri akan terus mengajariku dari hari ke hari. 

Berawal dari sekembalinya aku dari masa pendidikan di Semarang. Semua keseharian yang berjadwal padat dan beratmosfir rohani yang begitu kental berganti dengan atmosfir kesinisan dunia yang aku harus hadapi hari demi hari. Belum lagi harapan terlalu besar dari orang-orang sekitarku, yang beranggapan lulus dari IMPACT adalah menjadi manusia yang baik luar biasa, berubah dalam sekejab mata. Dan untuk mencapai hal itu aku butuh Anugerah Tuhan.

Tuhan terus korek hatiku. Aku senang itu, sekalipun rasanya sangat tidak enak. Beberapa karakter terjelekku yang agaknya belum “terpancing” keluar waktu masa pendidikan di IMPACT tiba-tiba meledak keluar di masa peralihanku kembali ke kota asal. Dari jam doa yang menggebu-gebu dan teman-teman yang menyemangati berganti pada rutinitas keseharian yang seakan membuatku jadi pengangguran, membuat jiwaku merasa jenuh. Hal itu membuatku merasa begitu buruk, ditambah dengan tuntutan orang sekitar. Terpuruk, terpojok dan marah! Suatu sikap hati yang begitu menjijikkan di hadapan Tuhan, aku tahu.

Aku sempat begitu jijik dengan diriku sendiri. Bahkan sempet bertanya-tanya, akankah aku “berakhir” seperti ini? Tuhan, Engkau tidak salah pilihkah? Orang jeleknya kayak aku gini sampai kapan bisa menghasilkan buah-buah Roh, bahkan yang matang di hadapanMU? Kapan aku bisa berubah Tuhan?
Tapi semua itu terjawab satu persatu. Tuhan bawaku mendengar maksudNya melalui khotbah HambaNYA, Pak Yusak Tjipto. Seorang Pilar sejati yang pun merasa kalau dia nggak pantas, nggak layak, wong  jeleknya seperti ini kok Tuhan pilih. Aku merasa begitu juga. Aku bahkan kalau jadi Tuhan, mungkin orang kayak diriku ini udah aku buang dan nggak aku pakai. Ternyata hal itu bukan saja aku yang merasakannya, tapi juga para Senior Pilar. Saat itulah aku sadar, kalau aku dipilih itu bukan karena siapa aku, bukan karena kuat dan gagahku, tapi karena AnugerahNYA! Memang sangat teoritis dan siapapun tahu itu, tapi kecenderungan hati manusia yang diperanakkan dalam dosa itu yang membuat kita sulit untuk tetap sejalan dengan Tuhan. Ada saja alasan untuk sedikit ke kanan atau neleng ke kiri. Mau tidak mau, aku hadapi itu dalam hidupku. Hidupku? Karakterku? Cuma Tuhan yang bisa ubah! Rasa putus asa itu kerap menghinggapiku. Merasa kalau aku sendiri bisa merubah sifatku dan berusaha menunjukkan kepada orang sekitarku yang terus men-spot aku. Mereka bukan hanya mencela, tapi juga meremehkan. Hal itu kadang membuatku menangis. Bagaimana aku bisa menangkan mereka Tuhan kalau aku sendiri tidak bisa jadi teladan atau apa itu yang mereka mau?

Semua ini mengajarkanku rendah hati. Mengakui di hadapan Tuhan kalau aku ini cuma hamba, cuma bisa ndlosor di hadapan Tuhan dan berdoa dengan sungguh, “Tuhan jangan pernah menyerah dengan diriku. Aku tahu aku ini jeleknya kayak apa. Munafiknya, buruknya, sombongnya seperti apa. Tapi satu hal yang aku minta, jangan pernah berhenti mendidikku, mengasahku, menjadikanku seperti yang KAU mau. Jangan pernah pergi dari hidupku. Jangan pernah biarkan aku berpaling. Tarik hatiku... bagaimanapun caranya, bawaku masuk rencanaMU, paksakan semuanya jadi dalam hidupku.”

Dan satu kalimat itu muncul begitu kuat di benakku: He is the Author and the Finisher of my Faith.
Siapa yang membuatku memilihNYA? Yang membuatku jatuh cinta padaNYA? Kalau aku ada sekarang sebagai orang yang percaya, orang yang berharap dan mencintaiNYA itu karena DIA yang memberikanku hal itu. DIA lah yang membuatku bisa punya cinta untukNYA, iman kepadaNYA, berharap padaNYA. Aku ini milik kepunyaanNYA, aku buatan TANGANNYA, DIA lah yang akan bertanggung jawab atas hidupku. Kurang lebih itulah makna dari kalimat tersebut yang aku tangkap.
Dan diteguhkan benar oleh khotbah hambaNYA, bahwa janji Tuhan itu: apapun yang dilakukan anakKU ini, AKU yang bertanggung jawab.

Ya. Tuhan, aku tidak mau menyia-nyiakan AnugerahMU. Ajarku jadi seperti yang KAU mau. Bukan berarti tidak jatuh bangun, bukan berarti berhenti berusaha, tapi aku terus percaya. Aku ini milikMU. Buatan tanganMU. 

He is the Author and the Finisher of my Faith. HE wont let me undone.

Monday, October 8, 2012

7 Jenis Bejana (PD Ecclesia, 2 October 2012)

PD Ecclesia, 2 October 2012

Yeremia 18:1-6. Kita ibarat bejana yang diciptakan secara spesial di mata Tuhan. Ada 7 jenis bejana yang melambangkan kehidupan orang Kristen, yaitu:

1.       The Vessel of Honor (benda yang dipakai untuk tujuan mulia)-Roma 9:21. Bejana ini adalah bejana yang ditaruh di pinggir pintu masuk rumah orang Israel. Berguna untuk mengambil air dari sumur dan menampung air di depan rumah. Fungsinya supaya setiap orang yang bertamu bisa mencuci kaki, tangan, atau muka sebelum masuk ke dalam rumah. Bejana ini melambangkan anak Tuhan yang pelayanannya di rumah Tuhan, yang tahu bagaimana caranya mengambil Air Hidup setiap hari dan membagikannya kepada orang lain.

2.       The Vessel of Mercy (benda-benda belas kasihan-Nya)-Roma 9:23. Fungsinya mirip The Vessel of Honor tapi diletakkan di tengah kota. Supaya orang asing yang datang ke kota tersebut dan tidak punya sanak saudara bisa membasuh tangan, kaki, atau mukanya setelah perjalanan yang ia tempuh. Bejana ini melambangkan anak Tuhan yang ditaruh di marketplace atau di tengah masyarakat yang haus akan kebenaran firman tapi menolak untuk ke gereja. Menjadi terang di tengah kegelapan dunia.

3.       The Chosen Vessel-Kis 9:15. Bejana pilihan yang dibentuk dengan spesial sebagai mahakarya sang penjunan. Bejana ini diperlakukan sangat spesial oleh sang penjunan. Orang yang membelinya pun tidak sembarangan. Bejana ini membawa identitas sang penjunan pada bagian dasarnya. Biasanya ditandatangani atau diberi stempel oleh sang penjunan. Ketika bejana ini dibeli oleh seseorang lalu dijadikan pajangan, menjadi suatu kebanggaan bagi sang penjunan maupun sang pembeli. Bejana ini melambangkan anak Tuhan yang terpilih seperti Paulus. Ditempa sedemikian rupa oleh Tuhan supaya memancarkan kemuliaan-Nya kemanapun ditempatkan. Terus taat dan jangan biarkan apapun yang datang ke dalam kehidupan membuat kita angkat tangan dan menyerah.

4.       The Clean Vessel-Yesaya 66:20. Bejana mulia (1) yang dipakai terus menerus lama kelamaan akan mengalami kerusakan pada bagian mulut bejana. Akan ada pecahan kecil-kecil pada bagian mulut bejana sehingga kurang elok untuk ditaruh di depan rumah. Bejana ini akan dibawa masuk oleh sang tuan rumah. Digunakan mengisi gandum beberapa lamanya sampai pada waktunya dibawa kembali kepada sang penjunan untuk diperbaiki. Melambangkan anak Tuhan yang mulai kecewa karena pelayanannya sepertinya tidak menghasilkan apa-apa. Bahkan hanya mendatangkan cemooh dari orang-orang sekitarnya. Kembalilah kepada Tuhan supaya Ia memperbaiki hati kita dan melepaskan dari semua kekecewaan dan kita kembali menjadi bejana yang mulia.

5.       The Vessel of Dishonor-2 Tim 2:20. Bejana yang setelah dilewatkan perapian ternyata berbintik-bintik kecil-kecil karena kualitas tanah liat yang digunakan tidak baik. Bejana ini biasa ditaruh berdampingan bejana mulia untuk tempat air bekas mencuci tangan, kaki, atau muka. Selain itu biasanya bejana ini juga digunakan sebagai tempat sampah. Melambangkan orang-orang yang terus menerus mengalami abuse dalam hidupnya sehingga banyak luka dan kepahitan dalam hatinya sehingga sulit untuk menerima kebenaran firman Tuhan. Datang pada Tuhan minta supaya semua kepahitan dibereskan.

6.       The Broken Vessel. Bejana yang retak. Bejana yang mengalami benturan ketika dipakai sehingga mengalami kerusakan. Orang Israel akan mencari vasuka, sejenis kutu binatang, untuk diremas dan diambil darahnya untuk memperbaiki bejana tersebut. Darah vasuka ini bersifat lengket seperti lem sehingga bisa menambal bagian bejana yang retak supaya keretakannya tidak menjalar. Seperti darah Yesus yang bisa menyelesaikan semua kerusakan dalam hidup kita. Tetapi seringkali kita menganggap remeh kuasa darah-Nya. Sadari kuasa darah-Nya yang luar biasa dan minta tolong Ia perbaiki seluruh kerusakan kita.

7.       The Vessel of Wrath (Perabot-perabot kemurkaan)-Roma 9:22. Bejana yang menolak darah Kristus, menolak Sang Sumber Pertolongan. Jangan menolak Tuhan karena Ialah satu-satunya pengharapan dan pertolongan kita.

Jadi, bejana yang seperti apakah Anda? Jika bejana yang baik pertahankan, jika tidak bertobat dan kembali pada-Nya, Sang Penjunan kita untuk diperbaiki.


Source: PD Ecclesia - ICS

Monday, September 10, 2012

PenyertaanMu


Tuhan Gembalaku
Yesus Matahariku
Kau sinar yang terangi jalanku
Tak pernah berubah Cinta dan SetiaMU
Kau sgalanya di dalam hidupku
KemurahanMU lebih dari hidup
KebaikanMU kekal selamanya
PenyertaanMU di setiap langkahku
PerkenananMU itu yang kurindu
buat hatiku melekat padaMU
jamin hidupku sampai garis akhir
semuanya dariMU dan hanya untukMUku
bersyukur terima kasih
anugerahMu Tuhan buat ku setia sampai akhir


Lagu di atas adalah salah satu lagu yang paling aku suka di album Bahtera Patok Destiny. Dan dalam hidupku ini Tuhan menyatakan penyertaan dan anugerahNYA.

ini adalah penghujung masa sekolahku di IMPACT. Selama 5-6 bulan ini cuma anugerahNYA kalau aku bisa masuk dan menikmati hidangan Raja-Raja dan belajar karakter. Secara sadar aku tahu ini adalah detik-detik penentuanku, jujur masih banyak hal yang aku belum lulus. Bahkan di ujungnya ini adalah tantangan terberat bagiku. Ketika aku mau tidak mau harus meletakkan bukan hanya keinginan tapi emosi dan perasaan. Selama ini aku bertuhankan perasaanku, mengedepankan feelingku bahkan memberi makan melankolisku dengan roman picisan yang begitu penuh main di hati, emosi dan perasaan. Aku ingat sekali leaderku disini berkata,"ada orang-orang yang lemahnya di hati, begitu emosi mereka dihantam iblis, maka segala kekuatan mereka akan begitu mudah runtuh!" itulah yang sedang aku perangi dan ingin menang di area ini. Aku bisa begitu berapi-api dengan passion dari Tuhan, tappi sekali kena di perasaan, bisa keluar malasnya dan mengurung diri di kamar. Dari situ aku seret diriku untuk tetap mencari Tuhan, menatap Matahariku.

inilah destiny sebagai Eagle Warrior yang aku mau genapi dalam hidupku. Kalau aku yang dulu punya mental pecundang dan negatif thinking, yang selalu berkata :ah, pasti juga gagal!" tapi aku mau diubahkan menjadi seorang prajurit yang berkata, sekalipun mungkin aku jatuh tapi ini adalah kesempatan untukku berlatih terbang.

begitu banyak yang ditanamkan dalam hidupku, dan aku ingin sekali membaginya dengan semua kita. Aku mau Tuhan terus bekerja dalam hidupku. Perjuanganku baru saja dimulai. Ini bukan akhir, ini adalah awal yang menentukan.


Partners