Showing posts with label Panggilan. Show all posts
Showing posts with label Panggilan. Show all posts

Saturday, August 2, 2014

Kejujuran - from Your Trueself You Find HIMSELF-

Beberapa saat yg lalu aku mengalami hal yg sangat tidak mengenakkan seumur hidupku. Buatku hari2 itu rasanya ga bisa melakukan apapun dg benar.

Saat-saat dimana aku tanpa sadar menentang Penciptaku n berteriak tidak bersalah.

Saat itu entah knp aku seperti buta tidak bisa melihat kesalahanku.
Dan dalam kesombonganku aku berkata " bukankah seusai sekolah itu aku melayani bahkan lebih wah dari yg dulunya?"

Tapi kenapa Tuhan dtg pdku dg teguran yg sangat keras. Bahkan "mengancam". Sejujurnya sampai beberapa waktu yg lalu aku msh berusaha berkilah bahwa aku tidak salah.

Pada akhirnya didikan Tuhan lah yg aku alami. Keras dan sakit sejujurnya.

Hari hari itu aku meronta. Berontak. Marah.

Sejujurnya aku tidak sadar bagaimana sampai DIA berhasil membawaku kembali.

Ya, DIA MENGHANCURKAN KEANGKUHAN KU
DIA MERENDAHKANKU
DIA MEREMUKKAN
DIA MENJINAKKAN KELIARANKU
Sampai saat ini..

Tapi justru dr setiap peremukkan aku kenal diriku yg asli, yg tanpa topeng, yg ancur2an dg tabiat n keliaran bhkan kebuasan yg menakutkan. Ya, Dia mulai bukakan. Dia mulai bongkar. Hari demi hari.

Sungguh palsu hari-hari yg lalu..
Klo datang berdoa, sejujurnya hatiku ngomong apa itu yg aku katakan sm Tuhan.

Ya, itu adalah cara Tuhan mengajariku lewat kakak Rohani ku d grj. Jujur sama Tuhan.

Dari keterbukaan itu aku mengalami byk pemulihan ataupun proses.


Jujur itu apapun yg timbul di hatimu
Jujur itu ngmg sekalipun sakit ngmg sakit. Jgn tutupi dg blg "aku rapopo"

Dan itu menyembuhkanku.

Sejujurnya aku belajar byk hal dan menikmati byk hal baru sekalipun ketika baru akan menghadapinya aku takut. Tapi kini aku tahu, bahkan dlm setiap detil hidupku, DIA Tuhan yg berkehendak. Semua baik.

Bahkan dlm didikanNya aku temukan DIA ngajari aku bahkan ketika aku sendirian.
Aku menemukan sebuah kunci berharga dlm perjalanan bersamaNya : JUJUR
sepahit apapun.

Bahkan kini aku melewati masa2 yg berbeda. Dulu aku bergantung dg pacar. Skrg tdk ada lg kekasih, setiap kali aku berbincang dg DIA. Setiap mimpi, ide, kesepian, kesakitan, dll. Aku temukan sahabat sejatiku.

Aku tidak akan pernah tau kalau aku tdk mengalami ini semua

Dan Pengenalan akn PribadiNya terasa lebih menyenangkan di banding hari2 ku yg dulu.

Ini kisahku.
Apa kisahmu?


Tuesday, June 18, 2013

A Teachable Heart

Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar;  sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!  Wahyu 3:19

Hari-Hari ini ini Tuhan banyak bawa aku mengenali jati diri yang sebenarnya. Seperti perumpamaan, air keruh dalam tempayan. Kalau kita tidak menggoyang tempayan itu, maka kita tidak akan bisa melihat kotoran di air tersebut yang mengendap di dasar tempayan. Dan itulah yang seringkali Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita. Kita tidak sadar akan sifat bawaan kita yang merusak, mengotori jiwa kita sampai di satu titik ada masalah yang "menghantam" area tersebut. Area keuangan, area jiwa (rasa ingin dihargai, dicintai, dihormati, dll) kesehatan, hubungan dan lain-lain.  Sepertinya membaca hal ini atau seringkali kita mendengarnya akan mudah dilakukan, tapi sista n brother, alamilah sendiri denghan TUHANmu maka engkau akan tahu gimana rasanya :) ngeri-ngeri sedep tapi seneng!


Seperti biasa, aku hanya ingin membagikan kisah yang akhir-akhir ini aku alami dan diajar banyak dari hal itu. Tanpa masalah ini yang secara jiwa menghantam di harga diriku, aku nggak mungkin tahu kalau didalamku masih ada yang namanya "pengen nampang", "pembuktian diri", "mengasihani diri sendiri" "Kesombongan" "kemarahan" dan masih byk lagi.

kilas balik sejenak, aku pernah menuliskan sebuah curhat di blog lamaku, ketika awal aku lahir baru dan melayani. Saat itu aku bergumul karena aku tahu sebenarnya aku eksis banget di pelayanan dimanapun itu karena aku pengin dikenal sebagai "ohh.. itu Nadia toh? sekarang dia Kristen toh? pelayan Tuhan lagi! wow" (untuk kisah selengkapnya latar belakangku cb cek si posting ini BLOG LAMA KU) dan aku merasa that's fine! hal yang wajar toh Tuhan, saat itu kataku padaNYA dlm doa apalagi dengan berdalih "kan aku baru Tuhan, aku kan pengin semua orang kristen tahu aku kristen!" (that"s such a childish thought, now i think :D) waktu itu Tuhan diam saja dan saya lolos setelah "beratnya" pelayanan membuat saya lupa apa namanya "menampilkan diri" pencitraan dll.

tapi anehnya baru-baru ini hal itu muncul lagi kuat banget! sampai saat itu juga aku ngmg ke Tuhan "lho kok gini ya Tuhan. padahal udah biasanya melayani di acara besar spt ini (waktu itu acara Ultah Gereja) istilahe wes menter (kebal) ga usah pamer pun orang yow tahu. tapi ini lain. hatiku udah lain. fokusnya udah nggak ke TUHAN tapi udah ke atensi orang-orang. suara dienak-enakin biar mengundang "wow" haduhhh!! serius, saat itu blank!

Untungnya Tuhan yang Maha Baik nggak langsung ninggal gitu aja si "nakal" ini. sempet beberapa kali mengalami kengeblank-an yang sama sampai saat aku datang ke Tuhan, Tuhan mulai bukakan. Aku tuh masih "ga trimo" ditolak sama orang. dan responku manis kan di luarnya tersenyum berkata "Aku mengampuni." tapi di dalamnya marah bgt. "Awas ya, liaten toh nti aku lho berhasil gini. liaten toh, wong aku wes melayani jungkir walik (jujur aja kata hatiku gini), wes sekolah alkitab wes laopo, jek kurang tha spesifikasi ne?" wakkakak ya, ya, ini yang sebenarnya hatiku katakan. sombong? jangan tanya lah.

Tapi Roh Kudus yang lemah lembut mulai ngingetin. siapa sih aku ini? aku diambil darimana? dari tempat sampah! kalau Tuhan nggak angkat aku, jadi apa aku sekarang? cuma orang kepahitan yang mengasihani diri sendiri. Ya, ekspresi kemarahan berbeda. "makan dalem" begitu istilah Ibu Asramaku dlu. karakterku yang tidak bisa konfrontasi tapi ngomel, ngamuk di dalam hati. akhirnya simpan akar pahit. God's dealing with that things. yup, saya bertobat!

coba cek dan periksa kembali motivasi kita melayani Tuhan. karena FAME? karena KEWAJIBAN? karena CINTA? PASSION? ayolah, kita sendiri yang tahu. jujur di hadapan Tuhan itu enak daripada plintat plintut (masih terus belajar juga) karena kalau memang sudah serong jauh TUHAN luruskan kok. kuncinya? A Teachable Heart. hati yang mau diajar, yang mau dibentuk. sadari kita itu dasarnya udah jelek, kalau nggak ada Tuhan yang membentuk mau jadi apa?

mulai kenali diri kita, itu penting! mulai kenali kepribadianmu, kecenderunganmu (entah mudah marah, pendendam, meledak-ledak dll) cek lagi kelemahan-kelemahanmu sehingga ketika Tuhan proses untuk mengambil kelemahanmu yang "minder" misalnya, kamu nggak akan lekas marah sama TUHAN atau berburuk sangka kalau dipertemukan dengan seseorang yang sukanya mempermalukan kita (biar mindernya enthek!) 

enak kan jalan bareng TUHAN! 
Kalau nggak ngerti, tanya. kalau nggak bisa, minta diajari. hehe. baru-baru ini diingetkan juga sebagai guru baru, jujur ternyata susah juga menghandle murid-murid "special" bin "ajaib" calon-calon pengusaha sukses masa depan ini. untung aja Roh Kudus ingetkan, "Minta diajarin ya. DIA kan GURU BESAR. GURUnya guru-guru. yang pasti minta hati yang melihat murid-murid itu seperti Tuhanmu melihat. " so sweet kan!!

kemarin minggu, FA HEROES juga mendengarkan kesaksian dari Jacqline
celosse yang dipulihkan TUHAN dari kanker ganas. berkali-kali dia berkata "pelayanan itu berbagi hidup. dikenal orang itu cuma bonusnya". itu merhema dalam hatiku hari-hari ini. terutama dengan persiapan KKR KINGDOM EXPLOSION. 

Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan  akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan  masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian , tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api 1 Korintus 3:11-15
aku tutup posting ini dengan pertanyaan seorang adik rohaniku yang bertanya "kok Tuhan kasih pencobaannya beda-beda ya? coba lihat tuh si Jacqline sampai sakitnya kayak gitu. tapi kita nggak sampai kayak gitu ya?" 

Menurut saya, dengan ilhamNYA, karena kita masing-masing pribadi special dan DIA mendidik dan menguji kita dengan spesial, lain-lain caranya dan sesuai kapasitas dan karakter dasar kita. Dengan orang-orang pemberani, Tuhan bertindak ekstrem dan "kelihatan nyata" untuk menguji, membawa ke next level atau mendidik seseorang. tapi dalam kasusku si "Naomi Nadia" yang melankolis, TUHAN goyangkan sedikit di hati, perasaan, emosi aja udah cukup keras gempanya. see? so, jangan mengingini track orang lain, lari terus sampai garis akhir di track kita masing-masing. Bersama TUHAN tidak ada yang mustahil :) 


Tuesday, May 7, 2013

Pekerjaanku itu Penyembahanku - sebuah kesaksian sederhana-

Dalam bulan-bulan dan minggu-minggu ini, semenjak Perayaan Purim dan janji Tuhan di Sion (Cirebon) yang aku dapatkan rekaman ibadahnya dan aku terima dengan iman jadi bagianku juga, Tuhan buat suatu hal yang sangat ajaib bagikuu. Buatku ini juga pelatihan buatku belajar mengerti Passion!
Cinta dan gelora, sehingga setiap langkah, gerak, tarian, nyanyian, pekerjaan yang kami lakukan adalah wujud penyembahan kami.

Belajar menjadikan Tuhan Yesus pusat dari kehidupan kita.

Setiap bangun dari tidur, ada satu kalimat seorang senior yang terus terngiang di telingaku, “benarkah Yesus nomor satu di hidupmu? Setiap pagi setiap bangun tidur, apa yang pertama kali kamu ingat?”
Jujur, Hape dan BB jdi yang pertama aku pegang ketika bangun tidur.
Dan setiap kali pula, kalimat itu terngiang di telingaku.

Jujur, tipikal orang moody sepertiku itu seringkali begitu menyala-nyala dan kadang meredup karena satu hal sepele, “Tidak mood!” itulah yang Tuhan sdang proses dalam hidupku. Bukan dengan kekuatanku kalau aku bisa berdiri dengan gelora cinta. Ketika membicarakan rencana dan kehendak Tuhan ke depan, ya, aku sangat menyala-nyala dalam iman dan harapNYA. Tapi tidak menyangkal, apa yang kulihat terkadang melemahkan. Tapi itulah dahsyatnya Tuhanku, semakin hari berjalan denganNYA dan melihat kuasaNYA setiap kali, mengalamiNYA sendiri dalam hidupku, itu menguatkan imanku setiap kali. Aku tahu Dia lebih mampu, lebih tahu bagaimana memprosesku, lebih tahu bagaimana menolongku, atau menguatkanku. Yang paling aku bersyukur adalah punya pondasi baru di dalamNya. Mungkin hasil dari prosesku 6 bulan di Semarang tidaklah sama dengan kebanyakan seniorku yang langsung terjun ke peperangan alam Roh dan sangat peka. Tapi yang Tuhan taruh di hatiku, Dia sedang membentukku dan menghancurkan karakter lama di dalam diriku. Pola pikir yang gampang menyerah dengan tantangan, rendah diri, tidak berani, cari perkenanan manusia, dll itu yang Tuhan keruk habis. Kalau dijelaskan satu persatu, tidak akan muat halaman web ini. Yang pasti cintaNYA itu mengubahkanku. Belum sepenuhnya, tapi aku sangat yakin 6 bulan yang begitu berkesan membekas dengan sangat dalam bahkan sampai ke loh hatiku. Karena DIA begitu mencintaiku. Padahal siapa sih aku ni? Nakalnya minta ampun, bandel, dan hal-hal yang jelek lain.

Yang membuatku terheran-heran dengan cintaNYA adalah bagaimana DIA selalu membuatku terpesona dan membuatku ingin selalu berkata ya dan memberikan yang terbaik untukNYA.

Dia mengajariku apa itu Passion dariNYA.
Bukan sekedar mencintai apa yang kau lakukan karena terpaksa, tapi karena kau tahu apa yang kau lakukan adalah menyenangkanNYA.

Aku temukan panggilanku dan ya, ada banyak hal yang harus aku letakkan sebelum aku bisa melihat dengan jelas apa panggilanNYA dalam hidupku. Ego, kesenanganku, dan hal-hal yang tidak ada manfaatnya bagiku. Ya, dan aku sama sekali tidak iri dengan panggilan orang lain yang mungkin kelihatannya lebih besar. Yang penting yang Tuhan mau.

Dan inilah yang membuatku takjub.

Setelah menerima dengan iman panah kemenangan, janji Tuhan di hari Purim. Dalam alam jasmani, datang panggilan interview di suatu sekolah yang sebenarnya aku masukkan lamaran sebelum aku masuk IMPACT. Ada lucu dengan lamaran ini. Sekolah tersebut membutuhkan guru pengganti secepatnya karena ada guru yang tiba-tiba keluar. Seorang teman yang juga guru disana menyuruhku untuk mencoba melamar, waktu itu aku sedang terombang-ambing antara berangkat ke Semarang atau kerja karena waktu itu aku baru saja lulus kuliah. Aku tahu panggilanku mengikuti IMPACT terlebih dulu, tapi secara manusia aku capek dengar mamaku yang minta aku segera bekerja. Oke, jadilah aku bertaruh pada hari itu untuk menyerahkan lamaran, kira-kira 3 bulan sebelum masa pendidikan IMPACT. At least dalam waktu 3 bulan aku bisa bekerja. Tapi tetap aku berdoa, “Tuhan paksakan rencanaMU yang jadi!”  dan inilah yang terjadi. Aku menyerahkan lamaran pada jam 8 pagi, sementara jam 7 pagi di hari yang sama, kepala sekolah sudah menerima guru baru sehingga aku tidak dipanggil. See, akhirnya aku cuma berkata kalau ditanya, “yah, aku kan sudah coba. Belum jatahku mungkin!” dan jatahku kini tiba! Tepat waktuNYA! Dia yang lebih tahu kapan kita siap untuk menerima jatah kita.
Aku belajar tentang Passion, dan masih terus minta Tuhan ajari.
Yang pertama kali Tuhan ajari padaku adalah bagaimana aku bernyanyi, bekerja dan melakukan sesuatu karena memang dari hati. Nyanyi dari hati itu kau tahu apa yang kau nyanyikan, kau menyanyikan seperti tengah bercerita dan ketika kau bernyanyi bahkan sampai gerak tubuh dan binar matamu akan mengatakan setiap lirik itu. Itu yang terus aku minta. Dan mustahil sih kalau tidak ada pengalaman pribadi dan keintiman denganNYA. Seperti yang aku bilang tadi, ini buruknya aku, begitu moody kadang aku susah sekali connect ke Tuhan. He’s working on it, i believe.

Lord, i cant help mysef adoring YOU!

You’re so awesome!

Beberapa hari yang lalu aku mencoba mengexplore talenta yang DIA beri. Ya, karena aku tidak mau mengubur talenta yang DIA beri dan menuai murka. Padahal hati kebat-kebit juga karena buatku ini kali pertama aku terjun sebagai HOST acara, padahal kalau di gereja, kalau lagi diluar nyanyian, waktu baca pengumuman gitu yang ada aku ngomong terbata-bata. Ini entah kenapa juga, yang dulunya si minder, kini dibawa jadi public speaker. See... my LORD is soooooo unbelievable!!!!

Passion itu tidak pernah mempersoalkan berapa banyak uang yang kau dapatkan.

At least itu yang sedang Tuhan ajarkan di hidupku. Ketika kau memiliki cinta, kau tidak pernah keberatan seberapa pun kau dibayar. Aku tidak sempurna! Aku masih belum punya itu seluruhnya. Aku masih perhitungan. Tapi aku belajar, seberapapun itu berkat yang Tuhan beri, bukan karena itu tapi karena aku mau melakukannya untuk menyenangkanNYA.
Selanjutnya, aku memulai bukan dengan hal yang besar. i wont stop learning! Till i can fly higher and higher. 

*update
 kesaksian ini saya sengaja perlambat postingnya padahal sudah saya tulis beberapa bulan yang lalu karena sebenarnya waktu itu surat tugas blm jelas. baru diberi pengumuman lisan dari yayasan. dan simpang siur berita bahwa seorang teman yang lain yang mendapatkan posisi itu. sempat saya merasa kecil hati tapi buat saya, saya belajar untuk meletakkan semuanya di tangan TUHAN. kalaupun saya tidak dapat posisi itu, Tuhan punya rencana yang lebih besar. tapi semuanya terjawab dengan surat tugas yang sebenarnya. so, here i am...

saya baru memulai tugas baru saya sebagai guru kira-kira  seminggu ini, yang lucu buat saya, dulu ketika kecil saya suka berdandan dengan rok sepan dan kemeja rapi sambil menyandang tas di bahu, mematut-matut di kaca dan berkata "aku kayak bu guru". dan senin kemarin ketika saya memandangi kaca sebelum berangkat kerja dengan penampilan yang rapi jali sepan hitam dan kemeja lengan panjang serta heels formal, saya diingatkan memory kecil itu. Bukankah ini persis seperti cerita "pesta kostum" yang aku pernah baca. 

Ada sebuah undangan ke sebuah pesta yang mewajibkan pesertanya berdandan sesuai cita-citanya. Dan beberapa tahun kemudian pun mereka menjadi seperti yang mereka cita-citakan.

Destiny is a choice. Tapi semuanya ada dalam kendali tangan TUHAN. 
Love GOD so much.

Monday, January 7, 2013

Mata Air yang Tidak Pernah Kering

Yesaya 58:6-12
Beberapa waktu yang lalu ada sebuah khotbah yang merhema dalam hati saya sampai saat ini. Tentang bagaimana kita menjalin sebuah relasi dengan Tuhan. Salah satunya cobalah untuk mematikan kedagingan dengan berpuasa, maka nantinya kita bisa “lebih mendengar” suara Tuhan dan membuka mata rohani kita. Saya setuju dengan hal itu dan mulai berdoa pada Tuhan untuk lebih tepatnya, puasa seperti apa, bagaimana, hari apa saja kepada Tuhan.

Dan malam ini ketika sedang membaca Alkitab, sampai pada kitab Yesaya, saya tertarik dengan ayat yang membahas tentang puasa yang berkenan tersebut.

Bukan! Puasa yang Kukehendaki ialah supaya engkau membuka belenggu belenggu kelaliman, dan melepaskan tali tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa kerumahmu orang miskin yang tidak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu. – Yesaya 6-7 –

Ayat tersebut mengingatkan saya akan arti dari Tahun Ayin Gimel yang sedang kita nikmati. Ya, tahun dimana kemuliaan Tuhan menjadi milik bagian orang-orang yang lebih mementingkan memberi kepada orang miskin dan yang membutuhkan dari pada untuk dirinya sendiri (ayat 10).

Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar, dan lukamu akan pulih dengan segera. Kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN menjadi barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata : “ini Aku!”  - Yesaya 8-9a –
Me ^^ @ Taman Kyai Langgeng - Magelang

 Dan janjiNYA bahwa kita tidak akan pernah mengalami kekeringan baik dalam hal jasmani maupun Rohani (ayat 11) menjadi salah satu ayat favorit saya.Kita dipakai Tuhan sebagai mata air yang tersedia bagi mereka yang kekeringan di sekitar kita, tapi kita akan terus dipenuhi dengan aliran air kehidupan. Seperti sebuah pesan yang terrhema dalam hatiku : Minum dan terus minum air kehidupan itu sampai dalam dirimu ada mata air, sumber air sendiri yang membuatmu tidak pernah akan kering lagi. Karena aliran sungai hidup Roh Kudus itu mengalir dalam kita tanpa berhenti.

Tapi terlebih dahulu, saya berdoa agar TUHAN mampukan saya untuk menggenapi bagian ayat-ayat sebelumnya. janjiNYA itu ya dan amin. Cuma terkadang kita itu yang terlalu naif dan tidak mau melakukan apapun yang jadi bagian kita. Semuanya toh asalnya dari DIA, DIA yang akan menyediakan semuanya. Ayat-ayat ini meneguhkan langkah ke depan saya bersama TUHAN.

Sunday, December 30, 2012

The Author and The Finisher of My Faith

Perjalanan yang ajaib menuju ke KKR Glory to Glory – Bahtera 2012 telah aku lalui. Baru saja kembali ke daerah asal, keinginan untuk menceritakan kebaikan Tuhan itu begitu besar. Catatan ini cuma sebuah catatan kecil perbuatan besar yang Tuhan berikan dalam hidupku sepanjang tahun 2012 ini. Sebuah tahun yang ajaib dan dahsyat dimana Tuhan membawaku pada didikan satu ke didikan yang lain. Bukan cuma berhenti pada sekolah karakter IMPACT tahun 2012 saja, tapi sampai akhir hayatku nanti Roh KudusNya sendiri akan terus mengajariku dari hari ke hari. 

Berawal dari sekembalinya aku dari masa pendidikan di Semarang. Semua keseharian yang berjadwal padat dan beratmosfir rohani yang begitu kental berganti dengan atmosfir kesinisan dunia yang aku harus hadapi hari demi hari. Belum lagi harapan terlalu besar dari orang-orang sekitarku, yang beranggapan lulus dari IMPACT adalah menjadi manusia yang baik luar biasa, berubah dalam sekejab mata. Dan untuk mencapai hal itu aku butuh Anugerah Tuhan.

Tuhan terus korek hatiku. Aku senang itu, sekalipun rasanya sangat tidak enak. Beberapa karakter terjelekku yang agaknya belum “terpancing” keluar waktu masa pendidikan di IMPACT tiba-tiba meledak keluar di masa peralihanku kembali ke kota asal. Dari jam doa yang menggebu-gebu dan teman-teman yang menyemangati berganti pada rutinitas keseharian yang seakan membuatku jadi pengangguran, membuat jiwaku merasa jenuh. Hal itu membuatku merasa begitu buruk, ditambah dengan tuntutan orang sekitar. Terpuruk, terpojok dan marah! Suatu sikap hati yang begitu menjijikkan di hadapan Tuhan, aku tahu.

Aku sempat begitu jijik dengan diriku sendiri. Bahkan sempet bertanya-tanya, akankah aku “berakhir” seperti ini? Tuhan, Engkau tidak salah pilihkah? Orang jeleknya kayak aku gini sampai kapan bisa menghasilkan buah-buah Roh, bahkan yang matang di hadapanMU? Kapan aku bisa berubah Tuhan?
Tapi semua itu terjawab satu persatu. Tuhan bawaku mendengar maksudNya melalui khotbah HambaNYA, Pak Yusak Tjipto. Seorang Pilar sejati yang pun merasa kalau dia nggak pantas, nggak layak, wong  jeleknya seperti ini kok Tuhan pilih. Aku merasa begitu juga. Aku bahkan kalau jadi Tuhan, mungkin orang kayak diriku ini udah aku buang dan nggak aku pakai. Ternyata hal itu bukan saja aku yang merasakannya, tapi juga para Senior Pilar. Saat itulah aku sadar, kalau aku dipilih itu bukan karena siapa aku, bukan karena kuat dan gagahku, tapi karena AnugerahNYA! Memang sangat teoritis dan siapapun tahu itu, tapi kecenderungan hati manusia yang diperanakkan dalam dosa itu yang membuat kita sulit untuk tetap sejalan dengan Tuhan. Ada saja alasan untuk sedikit ke kanan atau neleng ke kiri. Mau tidak mau, aku hadapi itu dalam hidupku. Hidupku? Karakterku? Cuma Tuhan yang bisa ubah! Rasa putus asa itu kerap menghinggapiku. Merasa kalau aku sendiri bisa merubah sifatku dan berusaha menunjukkan kepada orang sekitarku yang terus men-spot aku. Mereka bukan hanya mencela, tapi juga meremehkan. Hal itu kadang membuatku menangis. Bagaimana aku bisa menangkan mereka Tuhan kalau aku sendiri tidak bisa jadi teladan atau apa itu yang mereka mau?

Semua ini mengajarkanku rendah hati. Mengakui di hadapan Tuhan kalau aku ini cuma hamba, cuma bisa ndlosor di hadapan Tuhan dan berdoa dengan sungguh, “Tuhan jangan pernah menyerah dengan diriku. Aku tahu aku ini jeleknya kayak apa. Munafiknya, buruknya, sombongnya seperti apa. Tapi satu hal yang aku minta, jangan pernah berhenti mendidikku, mengasahku, menjadikanku seperti yang KAU mau. Jangan pernah pergi dari hidupku. Jangan pernah biarkan aku berpaling. Tarik hatiku... bagaimanapun caranya, bawaku masuk rencanaMU, paksakan semuanya jadi dalam hidupku.”

Dan satu kalimat itu muncul begitu kuat di benakku: He is the Author and the Finisher of my Faith.
Siapa yang membuatku memilihNYA? Yang membuatku jatuh cinta padaNYA? Kalau aku ada sekarang sebagai orang yang percaya, orang yang berharap dan mencintaiNYA itu karena DIA yang memberikanku hal itu. DIA lah yang membuatku bisa punya cinta untukNYA, iman kepadaNYA, berharap padaNYA. Aku ini milik kepunyaanNYA, aku buatan TANGANNYA, DIA lah yang akan bertanggung jawab atas hidupku. Kurang lebih itulah makna dari kalimat tersebut yang aku tangkap.
Dan diteguhkan benar oleh khotbah hambaNYA, bahwa janji Tuhan itu: apapun yang dilakukan anakKU ini, AKU yang bertanggung jawab.

Ya. Tuhan, aku tidak mau menyia-nyiakan AnugerahMU. Ajarku jadi seperti yang KAU mau. Bukan berarti tidak jatuh bangun, bukan berarti berhenti berusaha, tapi aku terus percaya. Aku ini milikMU. Buatan tanganMU. 

He is the Author and the Finisher of my Faith. HE wont let me undone.

Saturday, August 4, 2012

Because of YOUR LOVE

Ini hari ketiga (29 Juli 2012) aku berpuasa. Hari itu termasuk salah satu ibadah dengan Pastor Bill Wilson ketika satu dari banyak pertanyaan di benakku dijawab Tuhan. aku seringkali bertanya," Tuhan, kenapa aku harus hidup "sesuai" dengan apa yang KAU mau. Kadangkala aku ingin free will juga, atau seperti orang Kristen kebanyakan, mereka terima Engkau sebagai juruselamat and that's it. Adakah alasan yang begitu kuat akan pribadiMu yang membuatku bertahan melayaniMu?"

Dan cerita ini memberi aku alasan kuat : diceritakan oleh salah seorang WL minggu itu.

Ada seorang wanita yang dijual di pasar budak. Wanita itu dijual dengan cara paksa sehingga wanita itu sangat menderita dan marah dengan keadaannya itu. Wanita itu terus meronta dan memandang penjual budak itu dengan pandangan amarah yang amat dalam. Keadaannya yang terikat dan dipamerkan di pasar budak itu semakin membuat dia frustasi dan geram. Dia selalu berusaha untuk memberontak, tapi tetap tidak bisa bebas.

Suatu hari, melintaslah disitu seorang Tuan dan melihat budak wanita yang terus meronta itu. Timbullah belas kasihan di hati Tuan itu sehingga Tuan itu membeli budak itu. Budak itu masih terus meronta dan bahkan meludahi Tuan yang membelinya itu. Tapi Tuan itu tidak meninggalkan budak wanita itu dan tetap membawanya pulang ke kediaman Tuan itu. Budak itu menatap tajam ke arah Tuan itu dengan prasangka, pikiran jahat timbul dalam hati budak itu. Jangan-jangan Tuan ini hendak memperkerjakanku dengan kejam seperti orang-orang itu, jangan-jangan Tuan itu cuma memperalatku. pikiran itu membuat budak itu terus marah dengan keadaannya dan pada Tuan itu.

Kemudian Tuan itu menyuruh para pelayannya yang lain untuk membuka ikatan wanita itu. Kemudian Tuan itu mengulurkan tangannya dan memberikan secarik kertas pada wanita itu, tapi wanita itu mencakar wajah Tuannya sampau berdarah. Tapi Tuan yang baik itu tetap tersenyum, meraih tangan wanita itu dan berkata perlahan.

"Jangan takut. Aku tidak bermaksud jahat. Aku telah membayarmu dan kini Aku melepaskanmu. Pergilah sekarang. Kau bebas." Tuan itu membiarkan budak wanita itu pergi. Tapi wanita itu tercengang.

"Bagaimana mungkin Tuan ini melepaskanku? padahal Dia membayarku dengan harga yang mahal. Tapi kemana aku harus pergi jika aku tidak disini."pikirnya dalam hati.

Lalu kemudian bersujudlah wanita itu di bawah kaki sang Tuan dan berkata, "Tuan... hendak kemanakah aku jika tidak disini? biarkanlah aku melayani Tuan seumur hidupku. Sekalipun aku bebas, tapi biar aku menghamba padamu. Daripada di luar sana pun, para penjual budak akan mengincarkan dan menyeretku kembali sebagai budak. Biarkan aku melayani Tuan."

Mulai dari hari itu, wanita itu adalah budak karena cintanya pada Tuannya itu. Dia sudah bebas dan bebas memilih, tapi wanita itu tahu tempat yang terbaik adalah di sisi Tuannya yang telah membelinya dengan harga yang mahal.

===
demikian jugalah aku...
Tuhan Yesus menebusku dari perbudakan dunia dan kesenangannya yang menjerat dan mematikan. Dia menebusku dengan darahNYA yang mahal. Tapi DIA bukan Tuhan yang otoriter, DIA beri aku plihan. aku punya kehendak bebas. karena aku memang orang merdeka. Tapi ini adalah pilihanku (dan kita semua) kalau kita mau jadi hambaNya, bahkan budak dan tawanan RohNya.

Itulah makna hineni yang aku tangkap. Aku punya kebebasan untuk memilih jadi kristen biasa-biasa atau sangat ektrem untuk TUANKU. Dan setiap kali aku meragukanNya, aku tahu aku seperti menampar wajahNYA dengan kata-kataku.  ampuni aku,, Tuhan...

kebaikanMu selama ini begitu cepat aku lupakan... terkadang sirna dalam sekejab hanya karena Engkau mendiamkan keinginanku.
tempat terbaik untukku adalah dekat TahtaMU, duduk diam bersandar di pelukanMU.
kalau aku hidup menghamba, itu pilihanku untuk menerima panggilanMu.
bukan hamba upahan
bukan hamba yang haus pujian
tapi karena cintaMU yang dahsyat..

aku bisa membayangkan wajah Tuan itu ketika Dia menghampiriku, si budak wanita itu, dengan tatapan dalam yang dipenuhi dengan kerinduan, keinginan untuk memeluk, sedih, semua bercampur jadi satu.
KAU terlaluuuu baik bagiku Tuhan...
untuk aku yang cuma seseorang yang nggak berguna... KAU terlalu baik...


satu lagu yang sangat ajaib

Because of You 
-CHC

(Verse 1)
Because of You, I was born again
Because of You, I’m ransomed by Your grace
Because of You, my heart has found a home
A refuge for my soul

Because of You, sins are washed away
Because of You, heaven knows my name
Because of You, I can live again
You’ve broken every chain

(Chorus)
Unfailing Love, so unreserved
You gave Yourself on Calvary
And now I stand, forever free
My Saviour rescued me.

(Verse 2)
Because of You, the weak say "I am strong"
Because of You, the broken have a song
Because of You, there's no need to fear
Hope steadfast, ever sure

(Bridge)
Now heaven, be open
Our God is, unshaken
We worship, Christ risen
High above

Now heaven, be open
All kingdoms, all nations
Declare that “You are God”


Partners