Showing posts with label Generasi Penuntas. Show all posts
Showing posts with label Generasi Penuntas. Show all posts

Thursday, December 8, 2011

Menaklukan Gunung--Sesi 2 . Pdt. Petrus Hadi


Bilangan 14: 24
  • Banyak orang yang menantikan untuk diselamatkan, tapi belum tensu semua orang menerima keselamatan. Bangsa Israel berseru-seru pada Tuhan di tanah Mesir, tapi ketika datang pertolongan Tuhan kok jadi semakin susah dan menggerutum itu yang menyebabkan mereka dibinasakan. 
  • Masuklah melalui pintu yang sempit. Pintu menuju Sorga itu sempit, tapi masuklah dengan kuat. Seringkali depannya kita akan mengalami himpitan dan tekanan, tapi masuk dan terus maju. karena pada ujungnya ada hal yang sangat indah
  • PIntu yang menuju pada kesenangan dunia itu lebar, mudah dan nyaman dilalui tapi ujungnya membawa kepada kebinasaan.
  • Setiap jaman Tuhan janjikan jaman keemasan, tapi seperti di jaman Musa, yang menikmati masa puncak keemasan cuma Yosua dan Kaleb. Seperti ketika orang Isreal berteriak meminta Mesias, tapi ketika diberi mereka malah idak percaya. Suatu kali Pak Hadi bertanya dengan Tour Guide di Israel yang merupakan warga lokal, "kenapa tidak percaya Yesus itu Tuhan padahal mereka telah melihat mukjizat yang besar?" jawab mereka, "Karena pada waktu kelahirannya saja, anak-anak umur 2 tahun mati dibunuh oleh penguasa, itu merupakan hal yang menjadikan nenek moyang kami tidak mau." Padahal sebenarnya anak-anak yang mati seperti yang tertulis diAlkitab waktu kelahiran Yesus adalah anak-anak yang mati syahid.
  • Seringkali ketika melangkah masuk rencana Tuhan, yang besar dan berat akan menghimpit. Kesenangan akan dunia harus ditaklukan. Karena ada harga yang harus dibayar untuk setiap "pintu yang terbuka".
  • Kembali mengenai Kaleb: Dihadapan Tuhan Kaleb mempunyai jiwa yang lain. JIwa yang lebih percaya apa kata Tuhan ketimbang apa yang dia dengar dari manusia (Bilangan 13:25-30)
  • Kaleb bisa masuk dan menikmati masa kejayaan. YANG membuat kita masuk MASA DAUD DAN SALOMO bukan tergantung Tuhan saja tapi tergantung jiwa kita juga. Kita mau dengar kata manusia atau kata Tuhan? ingat, bahwa waktu air (berbicara tentang Firman Tuhan) itu digoncangkan (ditabur) di kolam betesda (Rhema oleh Roh Kudus) Saudara mengalami sesuatu nggak? saudara mau nangkap tidak? kalau anda bisa nangkan, apapun penyakit anda (halangan, masalah, kelemahan dalam mencapai destiny kita ) yakin pasti akan anda taklukan. 
  • Yang jarang baca Alkitab atau bacanya bolong-bolong tidka bisa menikmati masa anugerah (Bertobat mei!!!-self note)  Dengarkan kata Tuhan saja, Daud kecil, Goliat besar, tapi Daud bersama Tuhan bisa menang dengan luar biasa. 
  • Pak Hadi menceritakan ketika melayani di gereja bawah tanah di RRC. Penderitaan itu hal yang biasa bagi mereka. Tapi kalau kita, baru disuruh meninggalkan zona kenyamanannya saja sudah meronta-ronta (oke, kalimat terakhir, itu contoh dari writer :p )
  • Setiap kita menggosipkan orang itu harus kita bayar karena itu merupakan kata yang sia-sia. Tapi perkatakan ucapan iman dan Firman Tuhan karena itu seperti tangga yang tersusun menuju ke Sorga. (penglihatan ibu Linda) Tapi kalau menggerutu tangganya bisa runtuh lagi. 
  • Setiap hari perkatakan Firman Tuhan. Orang yang berani memperkatakan Firman Tuhan jatahnya besar.

Monday, November 21, 2011

Kasih Mula-Mula

Selintas di ibadah sore ini, Roh Kudus membukakan satu hal yang berkaitan dengan khotbah sore ini. 

For of Him and through Him and to Him are the things, to whom be glory forever, Amen. 
Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!
Roma 11:36
Menjadikan Tuhan Yesus sebagai pusat dari segala kehidupan kita, HE IS THE LEADER! 
kembalikan semuanya pada TUHAN YANG PERTAMA di atas segala-galanya.
(note: Sebenarnya ini adalah suatu tanda yang nyata benar bahwa Tuban, gereja di tempat kami bertumbuh benar-benar akan mengalami lawatan Tuhan. Tuhan sudah kirim hambaNYA untuk berbicara mengenai menjadikan TUHAN PUSAT SEGALANYA. Memberikan dasar Firman yang jelas --menjadikan Tuhan pusat dari kehidupan kita, mengembalikan semuanya ke dalam kedaulatan tangan Tuhan juga adalah visi ibadah tgl 11-11-2011 kemarin kan. Tuban masuk dalam penggenapan janji Tuhan! Amien!)

  Menyinggung tentang kasih yang mula-mula. Dikatakan oleh Pengkhotbah tadi mengambil perumpaan dari Zakheus. Seringkali kita menitikberatkan cerita itu pada sikap-sikap Zakheus secara global. Padahal pada endingnya jelas tertulis :
Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Lukas 19:10)
Tuhan Yesus yang berinisiatif untuk mendatangi Zakheus --kita. 
karena Tuhan begitu mencintai kita. 
Kembali ke kasih mula-mula ialah kembali pada dasar bahwa TUHAN YESUS LAH YANG MULA-MULA --TERLEBIH DAHULU-- MENGASIHI KITA. 
We love Him because He first Loved us (1 Yohanes 4:19)
sehingga kita akui, kalau kita bisa lakukan sesuatu itu bukan karena kemampuan dan kecakapan kita. sekalipun kita berhasil dalam satu dan lain hal, kita tidak pernah sombong karena kita tahu itu semua dari Tuhan, through Him, and to Him.

Kalau kita kehilang kasih mula-mula, kita akan menjadi suam-suam. melakukan banyak kegiatan "rohani" tapi jadinya "rohana" dan dikecam Tuhan. 

"I know your works, your labor, your patience and that you cannot bear those who are evil. and have you tested those who say they are apostles and are not. and have found them liars. and you have persevered and have patience, and have labored for My name's sake and have not became weary. Nevertheless, I have this against you, that you have left your first love" (Revelation 2:2-4)

kehilangan kasih yang mula-mula, kehilangan passion dari Tuhan, melakukan sesuatu asal saja. Karena kita lupa bahwa Tuhan terlebih dahulu mengasihi kita. 

kembali pada kondisi pertama kali kita tahu ada anugerah yang besar untuk kita karena TUHAN MENGASIHI KITA, karena TUHAN mengampuni dosa kita dan kita beroleh hidup baru di dalamNYA. karena semuanya berawal dari Tuhan. 
sebab oleh kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu tapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada yang memegahkan diri, (Efesus 2:8-9)

Jangan menilai karena kita melakukan banyak hal untuk Tuhan, kita menilai diri kita sendiri benar di hadapan Tuhan, padahal kadang yang kita pakai itu kekuatan kita sendiri, atau terkadang sudah terlalu biasa melakukan seperti ini, sehingga dilakukan dengan giat pun rasanya sama saja, sebuah rutinitas belaka. 
No more the passion of the first love, ketika kita lahir baru yang ada kan rasa menggebu-gebu karena kita tahu "baru saja" Tuhan lawat kehidupan kita dan mencurahkan kasihNya dalam hidup kita. Kita yang nggak pantes disebut anak, sekarang diangkat anak sama Tuhan. Dengan begitu kita giat dengan gelora dan ucapan syukur karena Tuhan mengasihi kita terlebih dulu. Tapi ketika paradigama itu memudar, kita akan kembali pada, "kalau aku salah, Tuhan nggak berkati aku lagi." pada akhirnya kita terjebak pada sebuah pemikiran bahwa kita harus "bekerja" agar Tuhan mencintai kita.

With or without our works, He always loves us. But, when you know that He loves us, we should give our best on our works for Him!
that's the true passion. 

be blessed

*maaf kalau belepotan menulisnya ^^

note::
Blue roses
Historically, blue roses communicate ones feelings of love at first sight, or being enchanted by someone. Blue roses can also signify a mystery, or accomplishing the impossible, or even searching for a never ending quest for the impossible. Some cultures believe the the owner of a blue rose will be granted youth or a wish of their choosing. The color blue is also traditionally associated with royal blood. In Chinese traditional belief is that the blue rose signifies hope against unattainable love. Also, they are known for the hope for a miracle and new possibilities

While they do not exist in nature, blue roses were traditionally created by dyeing white roses, since the flower lacks the specific gene that has the ability to produce “true blue” colors. Blue roses can be produced by placing a blue dye into the bark of the roots and allowing time for the rose to “soak up” the die.

Wednesday, October 26, 2011

Empat senjata favorit musuh


Terobosan sangat berkaitan dengan peperangan rohani. Seorang Hamba Tuhan bernama Jim Goll menyampaikan bahwa ada 4 senjata favorit nya iblis di akhir zaman, yang digunakan oleh iblis untuk menghalangi gereja mengalami terobosan.
4 senjata favorit iblis ini disingkat "4D":

  • Delay (Penundaan)
Tujuan iblis ialah dengan senjata “penundaan” ini ialah untuk melemahkan kerinduan kita akan Tuhan, supaya kita ketinggalan pergerakan Tuhan. Puji Tuhan Saudara yang ikut dari awal pergerakan Tuhan, kita bukan yang ketinggalan, tapi kita harus hati-hati dengan yang namanya delay (penundaan) yang dari iblis ini. Cara kerjanya adalah ketika kita mendengar firman yang membangkitkan roh kita, tapi setelah itu pikiran kita ditembak oleh panah api si iblis, sehingga kita akan berpikir "ah entar aja", "nanti aja". Iblis akan berusaha untuk kita menunda melakukan perintah Tuhan. Iblis mau delay karena tahu waktunya sudah sangat singkat, tapi dia mau buat seolah-olah waktunya masih panjang, sehingga banyak umat Tuhan tertipu dengan penundaan-penundaan ini.

  • Deceit (Penipuan)
Strateginya adalah melalui seduction (godaan), supaya kita tidak melakukan kehendak Tuhan dan supaya kita tidak mengalami janji-Nya. Janji Tuhan adalah tahan 2010 adalah Tahun Terobosan. Iblis tidak ingin kita mengalaminya. Israel dipimpin Musa mengalami terobosan keluar dari Mesir, keluar dari penjajahan sekian ratus tahun. Mereka tidak mengalami breakthrough yang selanjutnya yaitu masuk ke tanah perjanjian karena mereka ditipu. Saudara yang dikasihi Tuhan, bagaimana cara iblis menipu umat Tuhan? Yang paling utama adalah dengan memutarbalikkan Firman Tuhan. Korban dari strategi deceit ini adalah mereka yang tidak mengerti Firman Tuhan. Oleh sebab itu, adalah sangat penting bagi kita untuk mengerti Firman Tuhan. Kita menggali terus menerus Firman Tuhan agar tidak mudah ditipu. Ingat Adam dan Hawa, bagaimana Iblis memutarbalikkan Firman dan akibatnya mereka tertipu dan jatuh dalam dosa.

  • Disappointment (Kekecewaan)
Tujuannya yang pertama adalah untuk memutuskan keintiman dengan Tuhan dan hubungan dengan sesama. Waktu Iblis lihat kita mendapatkan suplai dari sorga yaitu kekuatan, berkat, anugerah dari Tuhan terus menerus, Iblis tahu bahwa itu bersumber dari hati yang terus menerus berkenan di hadapan Tuhan. Jadi Iblis akan bikin macet dengan memancing kita untuk memakan “umpan kekecewaan” sehingga hati kita tidak lagi berkenan, dan suplai aliran kehidupan itu terputus, sehingga kita tidak mengalami damai sejahtera, berkat, pertolongan, dan semua yang kita butuhkan. Kedua, kekecewaan juga menjebloskan kita dalam suatu “kerangkeng rohani” sehingga iman kita tidak pernah bertumbuh.

  • Distraction (Kekacauan)
Tujuannya yang pertama untuk menciptakan error secara rohani. Kalau kita sedang menggunakan komputer dan tiba-tiba komputernya error, kita tentu tidak bisa melanjutkan pekerjaan. Waktu hidup kita, rumah tangga, pelayanan kita ada yang error, tentu tidak bisa jalan terus. Karena itu kita harus hati-hati, goal utama dari setiap serangan Iblis adalah menciptakan broken focus. Ketika Musa memimpin orang Israel, mereka melakukan banyak kegiatan tapi itu semua hanya membawa mereka berputar di padang gurun 40 tahun. Mengapa? Karena fokus mereka buyar, mereka menyimpang ke kanan ke kiri, tidak tekun dan setia pada Tuhan. Perhatikan hidup kita, jangan sampai fokus kita kacau, sehingga prioritas hidup kita juga salah. Tuhan menghendaki agar kita memiliki prioritas: carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.

Source : here

Wednesday, September 28, 2011

† Tuhan Itu seorang "Pribadi" †

Ada berapa banyak orang yang menganggap Tuhan itu cuma sebuah benda??
Karena jika demikian, DIA tidak memiliki perasaan dan cuma "sebuah robot" yang akan menjawab setiap doa kita, cuma seorang robot yang akan berkata, "Yes" atau "No" atas permintaan kita.
Tuhan bukan jin tomang!!

Tapi aku sendiri pun mengalami, sekalipun aku tahu secara teori bahwa Tuhan itu pribadi, Roh Kudus itu pribadi. PRIBADI yang punya perasaan, mood, kehendak, keinginan, kerinduan, taste atau selera dan lain-lain. Begitulah teori yang kita tahu, yang aku tahu. Yang aku tahu, DIA mendengar doaku dan DIA menjawabnya dalam hatiku, atau terkadang aku tidak mendengar jawabNYA. Kupikir DIA tidak berbicara. Benar, secara teori aku percaya DIA hidup, tapi aku tidak pernah mengalami sendiri DIA berkata padaku dan berbicara dengan begitu jelas mengatakan tentang hatiNYA. Seringkali, Roh Kudus membukakan beberapa arti dalam ayat Alkitab yang kubaca. Menjadi Rhema, dan aku kira itu saja cara Tuhan berbicara denganku. 

Kemudian aku melayani dengan seleraku, dengan pendapatku, dengan apa yang baik di mataku, dengan apa yang ada di pikiranku, dengan konsepku. Aku tidak tahu mauNYA, aku pikir yang aku denger dan aku lihat di suatu kebaktian, cara mereka beribadah, aku kira itulah yang TUHAN mau dan berkenan.
BUKAN! Tuhan mau aku untuk lebih dekat padaNYA, dan mendengarNYA, mengerti hatiNYA. Bukan cuma datang menghadapNYA ketika di ibadah namun tiap saat berkomunikasi denganNYA. Suatu urapan yang baru disiapkan  untukku. Suatu urapan yang membawa kehidupan. Karena itulah yang hilang dari hidupku. Aku pikir, Tuhan akan terus setuju dengan apa yang berikan sebagai persembahan. DIA TUHAN YANG HIDUP DAN PUNYA SELERA! Kita saja pasti males kalau disuguhi dengan apa yang kita tidak suka, bosan karena tiap hari juga seperti itu. Apalagi Tuhan yang begitu kreatif, bagaimana kita bisa memberikan persembahan yang sama padaNYA dengan tidak menurut seleraNYA?? (well, ini yang menjadi perenunganku --yang sebenarnya lebih membutuhkan tindakan dan kemauan bayar harga).


Aku mulai tersadar bahwa TUHAN itu hidup dan benar-benar bisa berkomunikasi denganku bukan hanya dari dorongan hati, tapi DIA bisa diajak berbicara (masalahnya, kita yang ndak bisa dengar dengan baik, dan sebenarnya nggak mau dengar)

Suatu hari Pendeta yang punya karunia kenabian berkhotbah di gerejaku. Waktu itu aku tugas Worship Leader. Aku mempersiapkan segalanya sepenuh tenaga karena aku tahu kalau Pendeta ini pekanya bikin keder (hahaha, jadi langsung pemberesan dan lain2 dah) tapi aku berdoa juga sih di hati, "Tuhan, aku mau dapat pengajaran dan bagianku yang menegur. Kalau memang ada yang mau Engkau tegur, aku mau dapat bagianku" waktu itu aku berdoa dalam hati, pas beliau berkhotbah.


Detik berikutnya setelah aku berdoa itu, aku ditegur "habis-habisan".  Sebelumnya beliau sudah menyinggung Tahun baru Ayin Beth, (Mata Tuhan tertuju pada RUMAHNYA) dan beliau berkata juga kalau ini tahun pemerintahan TUHAN dalam setiap hidup kerohanian kita. Dimana apa salah dan dosa kita akan dibuka di depan umum, (Tuhan memerintah secara langsung dalam hidup kita, kita ajukan perkara kita di hadapan TUHAN)


Aku banyak dapat teguran yang membuatku tercelik akan kesalahanku. Aku pikir apa yang membuatku puas dengan caraku memuji dan menyembah Tuhan, itu bukan yang TUHAN mau.Tuhan mau aku duduk berdiam dekat TahtaNYA, meraba hatiNYA, mengerti seleraNYA, sebelum aku mulai mempersembahkan apa yang di hidupku. Bukan sekedar ibadah dan formalitas jam doa. Tapi bener-bener Tuhan maui itu yang kita kerjakan. Pikirku, kalau aku sudah menangis-nangis di hadapan TUHAN dan meratap, itu cukup (karena itu cuma melegakan hatiku dan jiwaku tapi itu tidak menyenangkan hati TUHAN) karena Tuhan terlebih ingin mencurahkan isi hatiNYA. mencurahkan cintaNYA.


Teguran itu jujur membuatku benar-benar tersentak tapi sebenarnya tidak "sakit" karena aku tahu ini akan terjadi, dan aku belajar menerima didikan juga. Lalu kemudian ini yang membuatku tersadar. Ketika altar call, aku maju. Pikirku, "Tuhan, aku tahu aku berdosa dan salah di hadapanMu karena aku ndak nurut dan lemah dalam berdoa. Nek gitu kasih aku kekuatan untuk mengalahkan kedaginganku agar aku bisa berdoa lebih lagi di hadapanMU."


Lalu kemudian, Beliau (Pendeta itu) menumpang tangan padaku dan mendoakan aku tentang Tuhan akan memuaskanku dengan mata air dari padaNYA yang mengalir keluar dari hadiratNYA. Dan begitu saja! Tidak ada jawaban untuk masalah yang tadi ditegur habis-habisan itu. Dan kemudian, aku berdoa dalam bahasa roh. Tidak tahu sebenarnya apa artinya.Tapi ketika Beliau mendengar doa bahasa Rohku, beliau mendengarkan kemudian mendoakan aku, sambil menjawab, "Tuhan berfirman, "haruskan kita berperkara lagi, Nak?? Bukankah semua yang kau butuhkan telah AKU berikan padamu. Kau sudah dilengkapi namun kau tidak juga bergerak. kesalahanmu sebenarnya bukan dosa besar cuma, kau suka menunda-nunda sehingga kau kehilangan momen2 yang sebenarnya punya banyak mukjizat tersedia. Kapan kau akan mulai belajar melangkah?? AKU hanya bisa terus menunggumu."


Hancur hatiku mendengar perkataan hambaNYA itu. bukan dari hambaNYA tapi dari Firman Bapa sendiri. Karena terlebih lagi, memang itu yang aku alami selama itu. Aku menunda terus untuk duduk diam di bawah kakiNYA. AKU tidak mendengar panggilanNYA.


Dan itu yang membuat aku takjub. dan sadar. dan bertobat!
TUHAN ternyata Engkau bisa berbicara (aku tahu, sangat konyol pikiranku ini jika seorang yg sudah lebih dewasa rohani membaca ini) seperti seseorang pribadi yang begitu mengenalku!


Ahhh!!! Aku begitu sadar. Berulang-ulang aku berkata, "Aku baru sadar Engkau bisa bicara dengan begitu jelas (tidak hanya dari hatiku saja, yang aku pikir kadang-kadang cuma gerakan hatiku saja) Tapi benar-benar hidup." Hal itu membuat aku semakin "takut akan Tuhan" dalam artian, Bukankah Tuhan yang maha Tahu itu melihatku? jadi kalau aku bertindak seperti ini, berkenankah DIA? Bagaimana penilaianNYA kalau aku berkata seperti ini dan bertindak seperti ini?? 


Karena Tuhan itu pribadi yang punya hati dan perasaan, selera dan kemauan. 


-Lee Naomi-

Tuesday, September 20, 2011

3 Kelompok Penghambat Destiny

Disarikan dari khotbah Pdt. Petrus Agung 18 September 2011

2 Raja 2:1-7, 19-25
2:1Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal.
2:2Berkatalah Elia kepada Elisa: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Betel." Tetapi Elisa menjawab: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu pergilah mereka ke Betel.
2:3Pada waktu itu keluarlah rombongan nabi yang ada di Betel mendapatkan Elisa, lalu berkatalah mereka kepadanya: "Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?" Jawabnya: "Aku juga tahu, diamlah!"
2:4Berkatalah Elia kepadanya: "Hai Elisa, baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Yerikho." Tetapi jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu sampailah mereka di Yerikho.
2:5Pada waktu itu mendekatlah rombongan nabi yang ada di Yerikho kepada Elisa serta berkata kepadanya: "Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?" Jawabnya: "Aku juga tahu, diamlah!"
2:6Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan." Jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu berjalanlah keduanya.
2:7Lima puluh orang dari rombongan nabi itu ikut berjalan, tetapi mereka berdiri memandang dari jauh, ketika keduanya berdiri di tepi sungai Yordan.


2:19Berkatalah penduduk kota itu kepada Elisa: "Cobalah lihat! Letaknya kota ini baik, seperti tuanku lihat, tetapi airnya tidak baik dan di negeri ini sering ada keguguran bayi."
2:20Jawabnya: "Ambillah sebuah pinggan baru bagiku dan taruhlah garam ke dalamnya." Maka mereka membawa pinggan itu kepadanya.
2:21Kemudian pergilah ia ke mata air mereka dan melemparkan garam itu ke dalamnya serta berkata: "Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi."
2:22Demikianlah air itu menjadi sehat sampai hari ini sesuai dengan firman yang telah disampaikan Elisa.
2:23Elisa pergi dari sana ke Betel. Dan sedang ia mendaki, maka keluarlah anak-anak dari kota itu, lalu mencemoohkan dia serta berseru kepadanya: "Naiklah botak, naiklah botak!"
2:24Lalu berpalinglah ia ke belakang, dan ketika ia melihat mereka, dikutuknyalah mereka demi nama TUHAN. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutan, lalu mencabik-cabik dari mereka empat puluh dua orang anak.
2:25Dari sana pergilah ia ke gunung Karmel dan dari sana pula kembalilah ia ke Samaria.



Ada tiga golongan atau kelompok yang harus kirta WASPADAI dan JANGAN SAMPAI KITA MENJADI BAGIAN DALAM KELOMPOK INI sehingga kita tidak kehilangan destiny kita dan menghilangkan destiny orang lain. 

1. Elia 
  • Berkali kali Elia mencoba menghentikan Elisa untuk mengikutinya (mulai ayat2). Menghentikan maksud Elisa untuk mendapatkan jatah rohaninya. Jika waktu itu Elisa mengikuti saran Elia dan berhenti di kota-kota yang Elia sebutkan, mungkin Elisa tidak akan mendapat apa-apa. Tapi Elisa tidak mau berhenti. 
  • Kenapa Elia mencoba menghentikan Elisa? Karena sebenarnya Elia sudah kehilangan mandat Ilahi dari Tuhan. Hal itu dibuktikan bahwa di Alkitab tidak tercatat apa yang sebenarnya Elia lakukan di kota-kota yang Tuhan suruh datangi, kalau tidak ditulis berarti tidak ada hal yang penting yang patut ditulis Alkitab! (note :: Elia mulai kehilangan mandat telah dijelaskan pada khotbah sebelumnya - Apa kerjamu di sini Hai Elia? - 1Raja 19:9 - Elia kehilangan mandat saat merasa berjasa di depan Tuhan karena telah mendatangan api untuk mengalahkan nabi-nabi Baal, tapi merasa kecewa dan marah dengan reaksi Tuhan yang seolah-olah membiarkan Izebel tetap hidup dan bahkan mengancam Elia. Di 1 Raja 19:15 dinyatakan Firman Tuhan untuk Elia mengurapi Elisa menggantikan dia sebagai nabi Tuhan. Disanalah Elia kehilangan mandat daripada TUHAN.
  • Jangan sampai mandat (visi dan misi) jatuh ke tangan orang lain! Jangan hanya puas dengan apa yang ada. Karena gereja yang puas dengan apa yang ada, tidak bergerak mengikuti pergerakan Roh Tuhan, akan kehilangan mandat Tuhan. Akhirnya hidupnya hanya akan mencoba menghentikan orang yang terus mengejar destinynya.
2. Nabi - Nabi di Bethel
  • Ada nabi-nabi yang kerjanya hanya mencemooh dan mematikan api Tuhan di hati seseorang yang tengah berapi-api di dalam TUHAN. 
  • Bethel:: sekalipun bernama "Bait Allah" tapi merupakan pusat penyembahan berhala dan hal itu dibuktikan dengan anak-anak muda di ayat yang ke 23 sebenarnya mereka mencemooh dengan kata-kata, "Naek jugalah Kau Elisa ke sorga, kalo bisa!" 
  • Nabi-nabi tersebut adalah nabi yang gagal menaklukan daerahnya (Bethel) terbukti kalau malah banyak penyembahan berhala. Sehingga ganti tidak bisa menaklukan musuh, mereka malah hendak "menaklukan" saudara seiman yang sedang menyala-nyala. 
  • HATI - HATI JANGAN SAMPAI PERKATAAN KITA DIPAKAI IBLIS UNTUK MELEMAHKAN SAUDARA KITA YANG SEDANG BERAPI-API DI DALAM TUHAN!! SAMA SEKALI TIDAK LUCU!

3. Nabi-Nabi Yerikho
  • Gambaran kota Yerikho adalah anak yang tidak bisa tumbuh dewasa, mati sebelum dilahirkan (keguguran) Tugasnya tidak tuntas, sukanya dibenarkan, kalau dinasihati atau dihardik dengan keras langsung ngomel dan ngambek. Hal ini tergambar dari perkatan nabi di Yerikho bahwa mata air di Yerikho itu membuat mereka keguguran dan anak-anak mati.
  • Elisa menyembuhkan air itu dengan garam. (note penulis: bisa jadi karena air di tempat itu mata air yang tawar? Hal ini membuat penulis mengingat sebuah sejarah kuno asal usul kota Tuban -kota asal penulis- yaitu berarti meTU BANyu berarti keluar air, yaitu peristiwa ketika Raden Dandang Wacana (Kyai Gede Papringan) atau Bupati Pertama Tuban yang membuka Hutan Papringan dan anehnya, ketika pembukaan hutan tersebut keluar air yang sangat deras. Hal ini juga berkaitan dengan adanya sumur tua yang dangkal tapi airnya melimpah, dan anehnya sumur tersebut dekat sekali dengan pantai tapi airnya sangat tawar. Ada juga versi ketiga yaitu TUBAN berasal dari kata 'Tubo' atau Racun. Bisakah ini diartikan secara rohani bahwa gambaran kota Yerikho itu bisa jadi ada disini)
  • Seringkali didikan Tuhan keras, tidak kompromi dengan daging dan dosa kita tapi kalau kita mau ikuti hatiNYA Tuhan, Dia lakukan karena cinta.

Note: sebagian besar dari khotbah ini membuat saya secara pribadi sangat tercelik dan menangis sejadi-jadinya, terutama ketika mendengar prolog khotbah ini. Setiap dari kita sudah diberik kesempatan dan terus diingatkan oleh Roh Kudus. Tapi berapa banyak kali, ketika kita seharusnya berdoa atau membaca alkitab malah menghabiskan waktu di depan laptop, internetan atau nonton drama? (huhuhuhuuuuuuhuuh, ini kan aku banget toh Tuhan T,T langsung gigit jari dan malu bener sama Tuhan. Nyeselnya luar biasa, kehilangan kesempatan dan kehilangan momen Tuhan) Apalagi PR untuk menduduki daerah asal masih begitu banyak. Kesanggupan dari Tuhan aja untuk bisa tegak berdiri.

khotbah ini bisa disimak dalam bentuk mp3 di download di link ini http://www.4shared.com/audio/PYJ1GcCC/3_Kelompok_Penghambat_Destiny_.html 
thanks to Minyak Cadangan dan pengelolanya yang sudah menyediakan rekaman khotbah yang memberkati. (Note: tidak untuk diperjualbelikan dan hanya untuk konsumsi pribadi)







Monday, July 25, 2011

SENJATA TARIAN PROFETIK

taken from LING-LING personal album ^^

repost from  Ling-ling Dari Surga on Sunday, June 26, 2011 at 9:27am
TONGKAT
---> lambang otoritas, menggali sumur dan kekayaan bangsa-bangsa, memerintah di antara musuh, membuat tanda-tanda mujizat, dipakai utuk berperang.

2. BOKOR/BEJANA
---> wewangian bagi Tuhan, mentahirkan, kemampuan menangkap hadirat Allah.

3. SELENDANG
---> anugerah, jubah urapan dalam kehidupan, mengumpulkan berkat.

4. TWIRLING (aliran atmosfer surga)
---> urapan yang mengalir, memberi semangat kegerakan yang tidak terhentikan, membangun suasana.

5. KIPAS
---> mengobarkan karunia, kemurnian.

6. FLOWER RING/RINGS API
---> perjanjian Tuhan, Unity, api kegerakan, lambang Roh Kudus.

7. TAMBOURINE (memecah rencana si iblis dengan suara gemerincing, pukulan, hentakan!)
---> kemenangan, bermazmur, membuka jalan bagi nubuatan,berperang, mengembalikan tarian yang dibawa jatuh oleh Lucifer.

8. BUNGA (cinta mula-mula,hati yang bermekaran,passion)
---> keharuman, lambang cinta, lambang lawatan dan kegerakan.

9. KERUB/PERISAI
---> kebangkitan yang besar, api Roh Kudus, Firman Tuhan yang menyambar, memadamkan panah api si jahat.

10. BANNER/PANJI
---> memanggil jiwa, membuka dan mempersiapkan jalan.

11. ARROW (Anak Panah Kemenangan)
---> ketepatan, ketajaman, percepatan.

versi lengkapnya::

Tarian perang dan alat-alat tarian sebagai senjata.
Tarian perang adalah tarian untuk mengikat kuasa-kuasa kegelapan, mengusir roh-roh jahat, membangun tembok, menduduki kota, mengalahkan musuh, memukul mundur lawan, membalikkan keadaan.

Kembalilah, kembalilah, ya gadis Sulam, kembalilah, kembalilah, supaya kami dapat melihat engkau! Mengapa kamu senang melihat gadis Sulam itu seperti melihat tari-tarian perang?
(Kidung Agung 6:13)

TUHAN itu pahlawan perang; TUHAN, itulah nama-Nya.
(Keluaran 15:3)

Dalam peperangan rohani kita menggunakan senjata-senjata. Senjata yang Tuhan berikan bukanlah senjata duniawi, tetapi senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah.

Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
(2 Korintus 10:4)

Tubuh kita adalah senjata kebenaran.

Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
(Roma 6:13)

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
(Efesus 6:11,13)

Arti-arti Senjata dalam Tarian Profetik

1. Tongkat: Pukullah tongkatmu maka terbelahlah lautan kesusahan
• Lambang otoritas (Kejadian 49:10)
• Membuat tanda-tanda mujizat (Keluaran 4:17)
• Untuk berperang (Keluaran 17:9)
• Menguduskan persembahan bagi Tuhan (Imamat 27:32)
• Menggali sumur dan kekayaan bangsa-bangsa (Bilangan 21:17)
• Meremukkan pelipis-pelipis dan menghancurkan musuh (Bilangan 24:17)
• Menewaskan musuh (Hakim-hakim 3:31)
• Pujian/ucapan syukur -Yehuda- merupakan tongkat Kerajaan (Mazmur 108:8)
• Memerintah di antara musuh-musuh. (Mazmur 110:2)
• Mendidik (Mazmur 22:15)
• Mendatangkan hikmat (Mazmur 29:15)
• Menghancurkan lawan (Yesaya 30:32)
• Membawa masuk kepada kebenaran (Yehezkiel 20:37, Ibrani 1:8)
• Lambang penggembalaan (Zakharia 11:7)

2. Bokor/bejana adalah kemampuan menangkap hadirat Tuhan
• Mentahirkan (Bilangan 7:61, 84)
• Wangi-wangian bagi Tuhan (Keluaran 30:7, 40:27,
2 Tawarikh 2:4, Amsal 27:9)

3. Selendang adalah jubah urapan dalam kehidupan
• Anugerah (Yakobus 1:17, Mazmur 5:13)
• Mengumpulkan berkat (Ruth 3:15)
• Membebat yang terluka (Ayub 5:18)
• Jubah (Yesaya 61:10)

4. Twirling adalah aliran atmosfir surga memberi semangat kegerakan yang tidak terhentikan
• Pesta (Kidung Agung 2:4)
• Sepakat (1 Samuel 14:7)
• Urapan yang mengalir (Mazmur 133:2)
• Membangun suasana (Mazmur 30:12)

5. Kipas adalah pembangkit semangat
• Mengobarkan karunia, kemurnian, dll (2 Timotius 1:6)
• Menyala-nyala dan pembangkit semangat (Roma 12:11)

6. Flower Rings/Ring Api adalah lingkupan kuasaNya
• Unity (Mazmur 133:1-3)
• Meterai (Kejadian 41:42)
• Perjanjian Tuhan (Kejadian 9:13)
• Perjanjian yang baru (Lukas 15:22)
• Lidah api lambang Roh Kudus, api kegerakan, api cinta, api lawatan. (Kidung Agung 8:6)

7. Tambourine, pecahkan semua rencana iblis dengan suara gemerincingmu.
• Membuka jalan bagi nubuatan (1 Samuel 10:5)
• Kemenangan (1 Samuel 18:6)
• Menari sekuat tenaga (2 Samuel 6:5, 1 Tawarikh 13:8,
Ayub 21:12, Mazmur 68:25, 81:2)
• Bermazmur (Mazmur 149:3, 150:4)
• Berperang dan mengacaukan musuh (Yesaya 30:32)
• Mengembalikan tarian yang dibawa jatuh oleh Lucifer (Yeremia 31:4)

8. Bunga adalah hati yang bermekaran memuji Tuhan
• Menggambarkan kandil, lambang kegerakan dan lawatan (Keluaran 25:33 dan 34, 37:19-20)
• Keharuman (1 Raja-raja 6:29, 6:32)
• Lambang cinta (Kidung Agung 2:1)

9. Baskom pembasuhan adalah kerendahan hati dan hati hamba
Hati hamba dan kerendahan hati (Mazmur 22:26, Yesaya 57:15)

10. Pedang dan perisai

Pedang.
Angkatlah pedangmu! Koyakkan selubung, kalahkan musuh, pancung kepala raksasa, rebut kota demi kota, hai Pahlawan Tuhan!
• Dikatakan bahwa kerub mempunyai pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, yaitu Firman Tuhan, api Roh Kudus, kuasa yang ajaib, kebangkitan yang besar, gelora cinta. (Kejadian 3:24)
• Mengalahkan musuh (Keluaran 17:13, Imamat 26:8)
• Merebut suatu daerah dan menduduki kota (Kejadian 48:22, Yosua 10:30)
• Mengacaukan musuh (Hakim-hakim 4:15)
• Memancung kepala raksasa (1 Samuel 17:51)
• Apapun yang kelihatannya biasa dalam hidup kita kalau ditempa akan jadi senjata rohani yang luar biasa. Dalam kelemahan kita, kita akan berkata bahwa aku ini pahlawan. (Yoel 3:10)
• Menembus jiwa untuk menyingkapkan selubung dapam hidup kita (Lukas 2:34-35)
• Ada harga yang harus dibayar (Lukas 22:36)
• Firman Tuhan adalah pedang bermata dua (Wahyu 1:16, 2:12)

Perisai
Pergunakanlah perisai iman yang akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat. KesetiaanNya ialah perisai dan pagar tembok.
• Pertolongan Tuhan (Ulangan 33:29)
• Perlindungan (2Samuel 22:31)
• Keselamatan (2 Samuel 22:36)
• Formasi perisai yang digambarkan lewat punggung buaya (Ayub 41:16)
• Untuk bertempur. (Yeremia 46:3)
• Iman, memadamkan panah api dari si jahat (Efesus 6:16)

11. Banner. Angkatlah panji-panjiMu! Masuki peperangan dan kegerakan pasukan Allah yang kuat.
• Jehovah Nissi. Peperangan bicara tentang mezbah, meletakkan korban. (Keluaran 7:15)
• Untuk peperangan (Keluaran 17:16)
• Identitas (Bilangan 1:52)
• Memanggil jiwa, mengumpulkan orang-orang yang terbuang (Yesaya 5:26, 11:12)
• Membuka dan mempersiapkan jalan (Yesaya 62:10)
• Memperingatkan rakyat (Yeremia 4:21)
• Waktu kita mengangkat panji kita sedang meninggikan nama Tuhan yang akan menarik banyak orang datang kepadaNya. (Mazmur 20:5)
• Berlindung terhadap panah (Mazmur 60:4)

12. Arrow (Anak Panah) Begitu cepat dan tajam, tepat pada sasaran. Inilah anak panah kemenangan.
• Percepatan (Zakharia 9:14)
• Ketajaman (Mazmur 45:6)
• Ketepatan/Ketajaman (Yesaya 49:2)

Pengakuan untuk panggilan PILAR

 

Pilar Penakluk Dunia

"Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru."

Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, oleh anugerah dan kekuatan yang diberikan Tuhan:

1. Kami dipanggil, dipilih dan setia sampai akhir menjadi pilar-pilar bagi bangsa ini. Kami berakar di dalam Kristus dan dibangun di atas pondasi kebenaran yaitu Tuhan Yesus Kristus sendiri. Kami tinggal di dalam Tuhan dan berbuah banyak.

2. Kami pilar-pilar Tuhan yang tekun dan cakap menanggung segala sesuatu dengan iman, doa, ucapan syukur dan kesabaran. Kami berdiri teguh, bisa dipercaya dan selalu tenang menghadapi apapun, serta menguatkan saudara-saudara kami yang lain.

3. Kami sadar bahwa kami tidak punya kemampuan apa-apa, semua hanya karena anugrahNya.

4. Menyangkal diri kami dan tidak mengasihani diri kami sendiri.

5. Mengabdi dan tinggal diam di kaki Tuhan, tekun menantikan sampai Tuhan kami berfirman. Menuruti setiap firman Tuhan.

6. Bergaul karib dan memiliki kedalaman dengan Tuhan, sehingga bisa mengerti denyut jantungnya dan berjalan seirama dengan Tuan kami setiap saat.

7. Dipenuhi Roh Kudus dan melayani dengan karunia-karunia Roh Kudus.

8. Mengasihi dan melayani Tuhan dan sesama dengan segenap hati, karena kami adalah budak-budak cinta.

9. Masuk masa keemasan dan kelimpahan, anugerah percepatan dan keajaiban supranatural.

10. Memegang kunci Daud dan menggunakannya sesuai kehendak Tuhan kami. Apa yang telah Tuhan buka tidak dapat ditutup, apa yang telah Tuhan tutup tidak dapat dibuka lagi.

11. Memberikan segala kemuliaan, pujian, kekayaan, pengagungan dan hormat hanya bagi Tuhan, karena menyadari bahwa kami hanyalah hamba-hamba yang tidak berguna yang hanya melakukan apa yang Tuhan kami perintahkan. Semua adalah karya Roh Kudus dalam hidup kami.

12. Kami pilar-pilar generasi penuntas yang menyelesaikan tugas sampai tuntas dan menyambut Tuhan Yesus datang yang kedua kali di awan-awan. Amin

"Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." 

repost dari Windunatha

 

Partners