Showing posts with label kesaksian. Show all posts
Showing posts with label kesaksian. Show all posts

Saturday, July 11, 2015

Rhema of the day : TAKUT AKAN TUHAN

Spt di khotbah PAP, aku diingatkan Roh Kudus agar :

1. Selalu tny Tuhan n tunggu Tuhan sampe Tuhan blg oke dan Tuhan berkenan n buka jalan. Selama Tuhan blm bicara apa2, jgn bergerak n mengikuti nafsumu.

Kesalahan dlu : tdk menunggu Tuhan n cari alternatif sendiri sehingga hasilnya ga karuan. Seharusnya kalau Tuhan blm blg apa2 jgn sok cari cara sendiri. (PaP khotbah ttg MHC n PAP nunggu Tuhan krn Tuhan blm kasi dana PAP tdk sembrono cari dana sendiri tp bnr2 takut akan Tuhan, nunggu Tuhan sendiri yg kasi cara buka jalan)

2. Jgn pakai Tuhan / manipulasi Tuhan unt image mu sendiri. Jangan pakai pekerjaan Tuhan seolah2 kamu begitu besar hanya untuk menyenangkan orang lain, membuat engkau terlihat baik dan rajin dihdpn org lain

Kesalahan dlu : di saat mengerjakan sesuatu unt Tuhan dlm hati kecilku n motivasiku aku cari image bwt org lain menilai aku hebat. Agar org lain menerima n mencintaiku.
Termasuk bkin jubah dll

3. Merendahkan diri di hadapan Tuhan Mat 11:25
25-26 Abruptly Jesus broke into prayer: “Thank you, Father, Lord of heaven and earth. You’ve concealed your ways from sophisticates and know-it-alls, but spelled them out clearly to ordinary people. Yes, Father, that’s the way you like to work.”
Ordinary people org yg sederhana, mau terbuka apa adanya simple di hadapan Tuhan. itulah orang yg akan menangkap maksud Tuhan. Tapi org yg know-it-all alias sok tahu, Tuhan malah akan menyembunyikan maksudNya. org itu tdk bs melihat kmna Tuhan akan membawanya.

Rendahkan diri di hadapan Tuhan caranya akui bahwa Tuhan itu yg maha Tahu.
 Semakin engkau tahu diri -tahu kalau kamu tuh bukan siapa2 n perlu Tuhan mutlak- maka Tuhan akan kasih pengertian2 yg selama ini kamu bolak balik baca atau dengar tp kamu nggak paham.
 Begitu kamu sadar sebenarnya levelmu nggak nyampe, kamu jujur pd Tuhan dg sadar diri sampe dimana levelmu, nggak usah gengsi. Kalau blm ckup iman, blg blm cukup iman.  Disitu Tuhan bukakan lebih banyak pengertian.

Berjalan dg Tuhan n mengalami Tuhan itu kehormatan.
Jgn pernah merasa puas, jgn berhenti belajar,
Kemuliaan Raja raja menyelidiki segala sesuatu


Sunday, June 7, 2015

A selftalk: Buah vs Topeng


AKUlah pokok anggur dan kamulah ranting rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak. sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa (Yoh 15:5)

Kamu tidak bisa menipu diri sendiri dg berbuat seolah olah kau berbuah padahal kau tidak. Mulai sekarang jadilah apa adanya dan kemukakanlah isi hatimu dihadapan Tuhan.

Buah Roh itu inside out.
Kau bisa keliatan sangat rohani dari luar, sangat baik dr luar, tp buah roh itu dari dalam. Tdk tergantung apapun keadaannya buah roh itu tetap.

Kedudukan atau pelayananmu tidak menentukan buah roh.
Kau mgkn bisa keliatan baik karena jabatanmu sbg majelis atau pemimpin pujian, dg alasan "kalau aku tidak rohani kan apa kata orang, kalau pelayan Tuhan tp sikapnya gini" lalu bertindak seolah2 kamu orang yang sangat sempurna sehingga tdk pny cacat cela. Tapi itu polesan luarnya.
Buah itu dari dalam.

Jgn menjudge orang hny karena dia sudah melayani dia harus sempurna dan baik. Tpi seorang yg tahu diri n kenal siapa dirinya, dia akan mengakui kekurangan kelemahannya. Karena buah itu tdk pernah karena usaha manusia.

Karena kalau buah itu buatan manusia, percayalah itu hanya Topeng!
Berapa byk kita pakai topeng?

Mulai skrg akuilah dirimu, seberapa bejatnya kamu, kalau memang belum berubah dan selama ini kamu hanya pakai topeng, akuilah itu di hdapan Tuhan dan minta Tuhan ubah hidupmu dari dalam sehingga hidupmu tidak akan pernah sama lagi. 

Karena mau tidak mau, manusia akan melihat dan menikmati buah dalam hidup kita. Tapi kalau buah itu bkn karena usaha kita "membaik2kan diri" kita tidak pernah akan tertekan dg pendapat orang.
Menjadi orang yg apa adanya itu menyenangkan. Kamu tidak beban. Dan bebas dari semua intimidasi iblis ataupun manusia. 

Karena yg mampu mengubah manusia adalah Roh Tuhan bukan krn kita. Ya, kita harus mau berubah. Sadari siapa kita dan ubah cara pikir kita itu pertobatan. Pertobatan yg sejati masuk sampai ke akarnya.
Inside out.

Bukan karena image orang kristen baik lantas kamu membaik2kan diri, tp jadilah baik karena memang dari dalammu kamu dilatih dan dibentuk untuk itu.

Sebuah refleksi yg aku sendiri akui bahwa itulah aku. Aku merasa sudah ckup baik sbg kristen yg melayani Tuhan bertahun2. Tapi aku melakukan "kebaikan2" karena aku harus menciptakan image bahwa "aku baik" "orang kristen baik" "pelayan Tuhan harus baik"

Tapi karena itu tdk keluar dari hatiku, itu membuat aku tersiksa. Dan percayalah kamu tidak bisa menyembunyikan bangkai tnpa tercium baunya selamanya.

Sebagai contoh:
Sebut saja kelemahanku pemarah. Aku mgkn bs menutupi dan berpura2 sabar. Tp sampai kapan itu bertahan?
Sampai di titik ini, aku menjadi guru dan tiba2 semua kebusukan yg rapi aku bungkus dalam senyum malaikat di grj terungkap di dpn anak muridku. Ya, tiba2 si pemarah itu keluar aslinya.

Aku pernah berpikir "kok aku jadi semakin buruk ya di sekolah ini? Apa aku salah kerja"

"Bukan, tapi itulah sifat aslimu. Selama ini kamu pakai topeng!" Jelas bgt suara Roh Kudus dalam hatiku.

Ya.
Dari situ aku tau.
Pertobatan sejati itu saat kamu ngerti kamu itu bobrok, kamu ngerti dg jelas kesalahanmu. Dan itu titik balik, kamu nggak mau ada di tempat itu lagi!

Begitu jg aku. Sekarang makin aku tau. Kenapa hidupku nggak jadi dampak. Karena aku sendiri tidak berbuah. Aku hanya berimage- seolah2 berbuah.

Tapi aku mau untuk berbuah benar2 dari dalamku. Mengalir keluar. Bukan hanya topeng!

Sangat sangat bersyukur kalau Tuhan buka dan kelontoki hati dan hidup kita. DIA terlalu sayang pd kita unt membiarkan kita menipu diri kita sendiri terlalu lama.

Ini ayin Hey dalam hidupku.
Ketika Nafas Tuhan ada, semua yg semua dibukaNya dan dihidupkan kembali. Ya sangat malu sih. Tapi bersyukur karena Tuhan baik sekali.

Barangsiapa Ku kasihi dia Kutegor dan Ku hajar, sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!
Wahyu 3:19

Monday, June 1, 2015

ORANG BERPENGERTIAN BERKEPALA DINGIN



Orang yg berpengetahuan menahan perkataannya, Orang berpengertian berkepala dingin - Amsal 17:27-
Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yg sabat memadamkan pertengkaran. -Amsal 15:18-

Seringkali saya dg mudah terpacu dengan sedikit perkataan nylekit yg keluar dr anak didik saya. 
Dan langsung marahlah saya krn saya merasa disepelekan, tdk dihargai. Sebenarnya harga diri saya yg kena. 

Saya kdg bingung hrs menjadi guru spt apa. Maksudnya, saya biasanya apa adanya, tp di sekolah saya terkesan kaku dan tdk bisa tersenyum demi jaga image. Tp itu semakin membuat saya tdk disukai. 
Padahal saya pada dasarnya aangat suka menyapa dan berguyon ria dg anak2.

Kerinduan saya bisa menjadi teman dan guru yg disayangi. Tapi semakin disini semakin saya salah memposisikan diri.  saya spt menjaga jarak dg mereka karena jaim. Dan spt ada tulisan di leher saya "membungkuk pada saya, hormati saya krn saya guru anda!"

Saya merasa sngat diabaikan jika hal itu terjadi. 
Dan saya marah dg cepat. 

Lalu, dg perbantahan yg tdk hrs terjadi ketika saya seharusnya saya sabar.

Kenapa saya harus sabar?
Karena mereka anak2, mereka butuh penjelasan dg sabar n lemah lembut  

Kenapa hrs lemah lembut?
Karena saya yg lebih dewasa. 
Akan sangat bodoh meminta anak yg 10 tahun lebih muda drpadaku pd usia remaja mereka dg jiwa berontak yg lg tinggi2nya dan menanggapi sikap berontak mereka dg ancaman dan gertakan. Mereka pasti akan menyerang dan makin berontak. 

Ahh, sakit rasanya mengetahui betapa bodohnya aku selama ini Tuhan. 

Maksudku, tindakanku sangat berbeda dg pengetahuan dasar yg aku tau. 

Tapi pengetahuan yg hanya sampai di otak memang hanya jadi teori. 

Butuh kejadian yg menyadarkan jiwaku sehingga pengetahuan itu masuk dlm hatiku. 

Ahh, sakit dan malu rasanya. 
Tapi aku mau belajar jujur di hadapan Tuhan dg mengakui aku apa adanya. 
Ini aku Tuhan, ini aku... 


Saturday, March 7, 2015

Kembali Berjalan BersamaNya

Ada saat dimana kita terhenti karena ternyata jalan yang kita tempuh sudah sangat menyimpang. Disaat itulah aku melihat Sisi lain dari Tuhan yang mendidikku dan mengiringku ke jalan yg benar agar aku tdk binasa.
HE LOVES ME, HE CERTAINLY DOES

Ya, selama 2 tahunan ini aku sempet berhenti menulis tp Tuhan bknnya tdk bekerja didlm diriku, bahkan lebih lagi.

Ku pikir selama ini aku sudah sangat baik tp ternyata kenyataan pahit bagaikan pedang yeng menusuk sendi dan sumsum memisahkan kebenaranku sendiri dg kebenaran yg dari Tuhan.Tegurannya yg sangat pahit aku harus telan.

And then i realized THE REAL ME
I'm finding my true self
Karena DIA tdk pernah melepaskanku

Kini aku kembali berjalan bersamaNya
Mengebaskan debu yang ada selama aku jatuh dan terus bergulat dgNya dan diriku sendiri...
Melalui airmata, kemarahan, kegeraman, tidak terima, jatuh bangun intimidasi dan banyak hal lainnya...

Seperti Petrus yg akhirnya mengenali dirinya sendiri dan hilang semua kepongahannya dan sok pahlawannya...
Semua hanya karena Oleh karena kasih karuniaNya..

Now i set my eyes upon Jesus and pressing myself toward the goal.
Never give up, finish strong ❤
R





Saturday, August 2, 2014

Kejujuran - from Your Trueself You Find HIMSELF-

Beberapa saat yg lalu aku mengalami hal yg sangat tidak mengenakkan seumur hidupku. Buatku hari2 itu rasanya ga bisa melakukan apapun dg benar.

Saat-saat dimana aku tanpa sadar menentang Penciptaku n berteriak tidak bersalah.

Saat itu entah knp aku seperti buta tidak bisa melihat kesalahanku.
Dan dalam kesombonganku aku berkata " bukankah seusai sekolah itu aku melayani bahkan lebih wah dari yg dulunya?"

Tapi kenapa Tuhan dtg pdku dg teguran yg sangat keras. Bahkan "mengancam". Sejujurnya sampai beberapa waktu yg lalu aku msh berusaha berkilah bahwa aku tidak salah.

Pada akhirnya didikan Tuhan lah yg aku alami. Keras dan sakit sejujurnya.

Hari hari itu aku meronta. Berontak. Marah.

Sejujurnya aku tidak sadar bagaimana sampai DIA berhasil membawaku kembali.

Ya, DIA MENGHANCURKAN KEANGKUHAN KU
DIA MERENDAHKANKU
DIA MEREMUKKAN
DIA MENJINAKKAN KELIARANKU
Sampai saat ini..

Tapi justru dr setiap peremukkan aku kenal diriku yg asli, yg tanpa topeng, yg ancur2an dg tabiat n keliaran bhkan kebuasan yg menakutkan. Ya, Dia mulai bukakan. Dia mulai bongkar. Hari demi hari.

Sungguh palsu hari-hari yg lalu..
Klo datang berdoa, sejujurnya hatiku ngomong apa itu yg aku katakan sm Tuhan.

Ya, itu adalah cara Tuhan mengajariku lewat kakak Rohani ku d grj. Jujur sama Tuhan.

Dari keterbukaan itu aku mengalami byk pemulihan ataupun proses.


Jujur itu apapun yg timbul di hatimu
Jujur itu ngmg sekalipun sakit ngmg sakit. Jgn tutupi dg blg "aku rapopo"

Dan itu menyembuhkanku.

Sejujurnya aku belajar byk hal dan menikmati byk hal baru sekalipun ketika baru akan menghadapinya aku takut. Tapi kini aku tahu, bahkan dlm setiap detil hidupku, DIA Tuhan yg berkehendak. Semua baik.

Bahkan dlm didikanNya aku temukan DIA ngajari aku bahkan ketika aku sendirian.
Aku menemukan sebuah kunci berharga dlm perjalanan bersamaNya : JUJUR
sepahit apapun.

Bahkan kini aku melewati masa2 yg berbeda. Dulu aku bergantung dg pacar. Skrg tdk ada lg kekasih, setiap kali aku berbincang dg DIA. Setiap mimpi, ide, kesepian, kesakitan, dll. Aku temukan sahabat sejatiku.

Aku tidak akan pernah tau kalau aku tdk mengalami ini semua

Dan Pengenalan akn PribadiNya terasa lebih menyenangkan di banding hari2 ku yg dulu.

Ini kisahku.
Apa kisahmu?


Friday, February 7, 2014

A Sweet Psalm for My Father


I will take Your Hand, O Lord
My Loving Father
Who created me even before the time began

Today i will walk with my hand in GOD
because the greatest thing in all my life is knowing YOU
and I expect this special day for me,
when YOU commanded me to be on my destiny
to be where i am now
just to spend it with YOU
taste YOUR loves
as long as I live

Lord, O GOD
my Saviour, My Song
How great is Your love for me
i was ruined
i was broken
i was bad
i was about against You

but Your Love is greater than my being
Your Love is greater than my universe
Your Love defeated my selfishness
Your Love makes me whole

teach me o Lord,
to life in Thy path

teach me to be like You
with Your unselfish love
and tender care toward who was broken

teach me O Lord, to be Your precious daughter
before Your own heart
that's the only prayer i could have
for choosing me...
molding me...
filling me up...
and forgiving me
after broke Your heart so millions times

Lord, Take me as Yours
take my heart as Yours
take me, all i am
coz i am Yours
even before when the time began

and in Your sight, You knows my days even before i lived on them
in Your Book of Life, You had written it all
YOU alone are my strength, My shield
in You alone, my spirit yield


Saturday, August 24, 2013

MengenalMu

Sekali lagi, menceritakan kasihNYA TUHAN yang sejati. Dan sekali lagi di buku harian online ini, aku menceritakan betapa Tuhan mengasihi kita semua. Di hidupku, DIA sangat ajaib. Dia luar biasa!
Malam ini, aku kembali ke hadapanNYA dengan sebuah hati yang bersyukur karena menerima satu didikanNYA yang membuatku sembuh. Memang di satu sisi, jiwaku mulai manja, tapi langsung ngomong ke jiwaku “dilarang manja! Menye-menye yang ga penting!” aku bersyukur, Tuhan mampukan aku kembali berdoa dan memuji menyembah dengan hati yang penuh kerinduan hanya untuk bertemu denganNYA. Di satu waktu dalam penyembahan, aku tiba-tiba ingin membuka kembali catatanku semasa sekolah di IMPACT. Setahun yang lalu, 6 bulan yang berharga dalam didikan TUHAN. Bahkan secara jelas Tuhan berkata padaku saat itu, “AKULAH sendiri yang akan mengajarimu. Pengajarmu tidak akan meninggalkanmu."
Di saat membuka berlarik-larik kertas folio berisi catatan khotbah dan kesaksian selama 6 bulan itulah, Tuhan seolah menunjukkan padaku. “Ini karya TanganKU dalam hidupmu. Tulisan-tulisan yang ada di kertasmu ini Nak, ini sudah tertulis lebih dahulu di kitabKu.”

Meluncurlah dengan penuh khitmad lagu ini dari mulutku dan linangan airmata syukurku:

Bila kubuka mataku dan lihat wajahMU , kuterkagum
Bila kulihat hidupku dan karya tanganMu, kutersanjung
Karena semua yg baik dlm hidupku, itulah karyaMU
Kau bri kesempatan yang baru
Dan ku ingin mengenalMu Tuhan lebih dalam dari semua yang kukenal
Tiada kasih yang melebihiMU,
Ku ada untuk menjadi penyembahMu

Ya, Lagu yg dipopulerkan oleh GMB berjudul Mengenalmu ini pas dengan ucapan syukurku. Setiap torehan, goresan pena kasihNYA dalam hidupku, semua menjalin sebuah cerita indah, hari demi hari. Mungkin tidak sespektakuler kesaksian putra putriNYA yang lain, namun inilah kisah manis cintaNYA dalam hidupku. Dalam hal yang sangat sederhana, aku bisa melihat kebaikan Tuhan, kasihNYA yang sempurna.

Siapa yang pernah menyangka bisa mendapat privilege menikmati didikanNYA? Buatku itu Anugerah yang luar biasa besar. Mengalami proses yang indah bersamaNYA, meskipun tidak semuanya enak buat dagingku, adalah Anugerah.

Didikanku di dalamNYA belum slese dan akan terus meningkat. Ada musim-musim yang baru dalam didikanNYA. Aku mulai merasakan perubahan “anginNYA”. Mulai memahami setiap gestureNYA. tapi jangan disangka sudah tahu banyak, yang kecil buat aku tentu saja tidak ada apa-apanya buat DIA.
Ya, belajar mengenali setiap kelemahanku. Belajar mengenal kebesaranNYA dan warna HadiratNYA.

Ada saat-saat Tuhan datang seperti seorang BAPA. Di saat itulah aku bisa bercengkrama, bercanda, bisa menangis, curhat, bisa minta dipeluk dan merasakan pelukanNYA. Di saat-saat itu aku bisa mulai mengadukan isi hatiku, mengadukan setiap keluhan dan kelemahanku. Dia BAPA yang baik, terus mendengarku dan memanjakanku. Tapi terkadang pun DIA BAPA yang “keras” mengajariku buat nggak cengeng. Mengajariku untuk nggak terlalu melankolis. Pokoknya aku dipaksa buat nggak mengasihani diri sendiri. Hari-hari ini aku dapat kuat sekali kedatanganNYA sebagai BAPA yang mengajar.

Ada saat-saat DIA datang sebagai seorang Guru, dan tiba-tiba Dia bukakan begitu banyak pewahyuan baru sampai geleng-geleng kepala aku mencatatnya. DIA nerangin banyak hal yang sebelumnya nggak pernah terlintas di pikiranku.

Di saat tertentu DIA datang sebagai Tuan, dan aku cuma bisa tersungkur di hadapanNYA. Belajar merendahkan diri di hadapanNYA, meletakkan semua egoku, semua keputusan, keinginan, harapan bahkan apapun yang aku impikan untuk bisa berjalan sesuai dengan mauNYA saja.

Ketika DIA datang sebagai Raja dengan segala kegemilanganNYA, namun kasihNYA tetap tidak bisa hilang dari tatapan mataNYA. DIA mulai melatihku, mengomando, memimpinku mengatur strategi.
Seringkali DIA juga datang sebagai seorang Kekasih, dan yang aku inginkan hanya menari, menari dan menari bersamaNYA. RasaNYA tuh deket, bercengkrama denganNYA, pengenNYA bisa menari seperti penari ballet paling hebat sedunia menyengkan hatiNYA. Pokoknya deket-deket kasihNYA, pelukanNYA, nyaman sekali.

Dan ketika Dia datang sebagai sahabat, DIA memberiku semangat, mengobati setiap kesepianku, bercengkrama denganNYA dan mulai berbicara segala hal. 

Dan mengenalNYA segitu itu belum cukup, karena betapa dalam dan lebarnya pikiranNYA. DIA pribadi, DIA selalu ada bersamaku, dan aku mau ada dimana DIA ada. DIA, Lord Jesus Christ, and i love HIM so much!

Tuesday, June 18, 2013

A Teachable Heart

Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar;  sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!  Wahyu 3:19

Hari-Hari ini ini Tuhan banyak bawa aku mengenali jati diri yang sebenarnya. Seperti perumpamaan, air keruh dalam tempayan. Kalau kita tidak menggoyang tempayan itu, maka kita tidak akan bisa melihat kotoran di air tersebut yang mengendap di dasar tempayan. Dan itulah yang seringkali Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita. Kita tidak sadar akan sifat bawaan kita yang merusak, mengotori jiwa kita sampai di satu titik ada masalah yang "menghantam" area tersebut. Area keuangan, area jiwa (rasa ingin dihargai, dicintai, dihormati, dll) kesehatan, hubungan dan lain-lain.  Sepertinya membaca hal ini atau seringkali kita mendengarnya akan mudah dilakukan, tapi sista n brother, alamilah sendiri denghan TUHANmu maka engkau akan tahu gimana rasanya :) ngeri-ngeri sedep tapi seneng!


Seperti biasa, aku hanya ingin membagikan kisah yang akhir-akhir ini aku alami dan diajar banyak dari hal itu. Tanpa masalah ini yang secara jiwa menghantam di harga diriku, aku nggak mungkin tahu kalau didalamku masih ada yang namanya "pengen nampang", "pembuktian diri", "mengasihani diri sendiri" "Kesombongan" "kemarahan" dan masih byk lagi.

kilas balik sejenak, aku pernah menuliskan sebuah curhat di blog lamaku, ketika awal aku lahir baru dan melayani. Saat itu aku bergumul karena aku tahu sebenarnya aku eksis banget di pelayanan dimanapun itu karena aku pengin dikenal sebagai "ohh.. itu Nadia toh? sekarang dia Kristen toh? pelayan Tuhan lagi! wow" (untuk kisah selengkapnya latar belakangku cb cek si posting ini BLOG LAMA KU) dan aku merasa that's fine! hal yang wajar toh Tuhan, saat itu kataku padaNYA dlm doa apalagi dengan berdalih "kan aku baru Tuhan, aku kan pengin semua orang kristen tahu aku kristen!" (that"s such a childish thought, now i think :D) waktu itu Tuhan diam saja dan saya lolos setelah "beratnya" pelayanan membuat saya lupa apa namanya "menampilkan diri" pencitraan dll.

tapi anehnya baru-baru ini hal itu muncul lagi kuat banget! sampai saat itu juga aku ngmg ke Tuhan "lho kok gini ya Tuhan. padahal udah biasanya melayani di acara besar spt ini (waktu itu acara Ultah Gereja) istilahe wes menter (kebal) ga usah pamer pun orang yow tahu. tapi ini lain. hatiku udah lain. fokusnya udah nggak ke TUHAN tapi udah ke atensi orang-orang. suara dienak-enakin biar mengundang "wow" haduhhh!! serius, saat itu blank!

Untungnya Tuhan yang Maha Baik nggak langsung ninggal gitu aja si "nakal" ini. sempet beberapa kali mengalami kengeblank-an yang sama sampai saat aku datang ke Tuhan, Tuhan mulai bukakan. Aku tuh masih "ga trimo" ditolak sama orang. dan responku manis kan di luarnya tersenyum berkata "Aku mengampuni." tapi di dalamnya marah bgt. "Awas ya, liaten toh nti aku lho berhasil gini. liaten toh, wong aku wes melayani jungkir walik (jujur aja kata hatiku gini), wes sekolah alkitab wes laopo, jek kurang tha spesifikasi ne?" wakkakak ya, ya, ini yang sebenarnya hatiku katakan. sombong? jangan tanya lah.

Tapi Roh Kudus yang lemah lembut mulai ngingetin. siapa sih aku ini? aku diambil darimana? dari tempat sampah! kalau Tuhan nggak angkat aku, jadi apa aku sekarang? cuma orang kepahitan yang mengasihani diri sendiri. Ya, ekspresi kemarahan berbeda. "makan dalem" begitu istilah Ibu Asramaku dlu. karakterku yang tidak bisa konfrontasi tapi ngomel, ngamuk di dalam hati. akhirnya simpan akar pahit. God's dealing with that things. yup, saya bertobat!

coba cek dan periksa kembali motivasi kita melayani Tuhan. karena FAME? karena KEWAJIBAN? karena CINTA? PASSION? ayolah, kita sendiri yang tahu. jujur di hadapan Tuhan itu enak daripada plintat plintut (masih terus belajar juga) karena kalau memang sudah serong jauh TUHAN luruskan kok. kuncinya? A Teachable Heart. hati yang mau diajar, yang mau dibentuk. sadari kita itu dasarnya udah jelek, kalau nggak ada Tuhan yang membentuk mau jadi apa?

mulai kenali diri kita, itu penting! mulai kenali kepribadianmu, kecenderunganmu (entah mudah marah, pendendam, meledak-ledak dll) cek lagi kelemahan-kelemahanmu sehingga ketika Tuhan proses untuk mengambil kelemahanmu yang "minder" misalnya, kamu nggak akan lekas marah sama TUHAN atau berburuk sangka kalau dipertemukan dengan seseorang yang sukanya mempermalukan kita (biar mindernya enthek!) 

enak kan jalan bareng TUHAN! 
Kalau nggak ngerti, tanya. kalau nggak bisa, minta diajari. hehe. baru-baru ini diingetkan juga sebagai guru baru, jujur ternyata susah juga menghandle murid-murid "special" bin "ajaib" calon-calon pengusaha sukses masa depan ini. untung aja Roh Kudus ingetkan, "Minta diajarin ya. DIA kan GURU BESAR. GURUnya guru-guru. yang pasti minta hati yang melihat murid-murid itu seperti Tuhanmu melihat. " so sweet kan!!

kemarin minggu, FA HEROES juga mendengarkan kesaksian dari Jacqline
celosse yang dipulihkan TUHAN dari kanker ganas. berkali-kali dia berkata "pelayanan itu berbagi hidup. dikenal orang itu cuma bonusnya". itu merhema dalam hatiku hari-hari ini. terutama dengan persiapan KKR KINGDOM EXPLOSION. 

Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan  akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan  masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian , tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api 1 Korintus 3:11-15
aku tutup posting ini dengan pertanyaan seorang adik rohaniku yang bertanya "kok Tuhan kasih pencobaannya beda-beda ya? coba lihat tuh si Jacqline sampai sakitnya kayak gitu. tapi kita nggak sampai kayak gitu ya?" 

Menurut saya, dengan ilhamNYA, karena kita masing-masing pribadi special dan DIA mendidik dan menguji kita dengan spesial, lain-lain caranya dan sesuai kapasitas dan karakter dasar kita. Dengan orang-orang pemberani, Tuhan bertindak ekstrem dan "kelihatan nyata" untuk menguji, membawa ke next level atau mendidik seseorang. tapi dalam kasusku si "Naomi Nadia" yang melankolis, TUHAN goyangkan sedikit di hati, perasaan, emosi aja udah cukup keras gempanya. see? so, jangan mengingini track orang lain, lari terus sampai garis akhir di track kita masing-masing. Bersama TUHAN tidak ada yang mustahil :) 


Tuesday, May 7, 2013

Pekerjaanku itu Penyembahanku - sebuah kesaksian sederhana-

Dalam bulan-bulan dan minggu-minggu ini, semenjak Perayaan Purim dan janji Tuhan di Sion (Cirebon) yang aku dapatkan rekaman ibadahnya dan aku terima dengan iman jadi bagianku juga, Tuhan buat suatu hal yang sangat ajaib bagikuu. Buatku ini juga pelatihan buatku belajar mengerti Passion!
Cinta dan gelora, sehingga setiap langkah, gerak, tarian, nyanyian, pekerjaan yang kami lakukan adalah wujud penyembahan kami.

Belajar menjadikan Tuhan Yesus pusat dari kehidupan kita.

Setiap bangun dari tidur, ada satu kalimat seorang senior yang terus terngiang di telingaku, “benarkah Yesus nomor satu di hidupmu? Setiap pagi setiap bangun tidur, apa yang pertama kali kamu ingat?”
Jujur, Hape dan BB jdi yang pertama aku pegang ketika bangun tidur.
Dan setiap kali pula, kalimat itu terngiang di telingaku.

Jujur, tipikal orang moody sepertiku itu seringkali begitu menyala-nyala dan kadang meredup karena satu hal sepele, “Tidak mood!” itulah yang Tuhan sdang proses dalam hidupku. Bukan dengan kekuatanku kalau aku bisa berdiri dengan gelora cinta. Ketika membicarakan rencana dan kehendak Tuhan ke depan, ya, aku sangat menyala-nyala dalam iman dan harapNYA. Tapi tidak menyangkal, apa yang kulihat terkadang melemahkan. Tapi itulah dahsyatnya Tuhanku, semakin hari berjalan denganNYA dan melihat kuasaNYA setiap kali, mengalamiNYA sendiri dalam hidupku, itu menguatkan imanku setiap kali. Aku tahu Dia lebih mampu, lebih tahu bagaimana memprosesku, lebih tahu bagaimana menolongku, atau menguatkanku. Yang paling aku bersyukur adalah punya pondasi baru di dalamNya. Mungkin hasil dari prosesku 6 bulan di Semarang tidaklah sama dengan kebanyakan seniorku yang langsung terjun ke peperangan alam Roh dan sangat peka. Tapi yang Tuhan taruh di hatiku, Dia sedang membentukku dan menghancurkan karakter lama di dalam diriku. Pola pikir yang gampang menyerah dengan tantangan, rendah diri, tidak berani, cari perkenanan manusia, dll itu yang Tuhan keruk habis. Kalau dijelaskan satu persatu, tidak akan muat halaman web ini. Yang pasti cintaNYA itu mengubahkanku. Belum sepenuhnya, tapi aku sangat yakin 6 bulan yang begitu berkesan membekas dengan sangat dalam bahkan sampai ke loh hatiku. Karena DIA begitu mencintaiku. Padahal siapa sih aku ni? Nakalnya minta ampun, bandel, dan hal-hal yang jelek lain.

Yang membuatku terheran-heran dengan cintaNYA adalah bagaimana DIA selalu membuatku terpesona dan membuatku ingin selalu berkata ya dan memberikan yang terbaik untukNYA.

Dia mengajariku apa itu Passion dariNYA.
Bukan sekedar mencintai apa yang kau lakukan karena terpaksa, tapi karena kau tahu apa yang kau lakukan adalah menyenangkanNYA.

Aku temukan panggilanku dan ya, ada banyak hal yang harus aku letakkan sebelum aku bisa melihat dengan jelas apa panggilanNYA dalam hidupku. Ego, kesenanganku, dan hal-hal yang tidak ada manfaatnya bagiku. Ya, dan aku sama sekali tidak iri dengan panggilan orang lain yang mungkin kelihatannya lebih besar. Yang penting yang Tuhan mau.

Dan inilah yang membuatku takjub.

Setelah menerima dengan iman panah kemenangan, janji Tuhan di hari Purim. Dalam alam jasmani, datang panggilan interview di suatu sekolah yang sebenarnya aku masukkan lamaran sebelum aku masuk IMPACT. Ada lucu dengan lamaran ini. Sekolah tersebut membutuhkan guru pengganti secepatnya karena ada guru yang tiba-tiba keluar. Seorang teman yang juga guru disana menyuruhku untuk mencoba melamar, waktu itu aku sedang terombang-ambing antara berangkat ke Semarang atau kerja karena waktu itu aku baru saja lulus kuliah. Aku tahu panggilanku mengikuti IMPACT terlebih dulu, tapi secara manusia aku capek dengar mamaku yang minta aku segera bekerja. Oke, jadilah aku bertaruh pada hari itu untuk menyerahkan lamaran, kira-kira 3 bulan sebelum masa pendidikan IMPACT. At least dalam waktu 3 bulan aku bisa bekerja. Tapi tetap aku berdoa, “Tuhan paksakan rencanaMU yang jadi!”  dan inilah yang terjadi. Aku menyerahkan lamaran pada jam 8 pagi, sementara jam 7 pagi di hari yang sama, kepala sekolah sudah menerima guru baru sehingga aku tidak dipanggil. See, akhirnya aku cuma berkata kalau ditanya, “yah, aku kan sudah coba. Belum jatahku mungkin!” dan jatahku kini tiba! Tepat waktuNYA! Dia yang lebih tahu kapan kita siap untuk menerima jatah kita.
Aku belajar tentang Passion, dan masih terus minta Tuhan ajari.
Yang pertama kali Tuhan ajari padaku adalah bagaimana aku bernyanyi, bekerja dan melakukan sesuatu karena memang dari hati. Nyanyi dari hati itu kau tahu apa yang kau nyanyikan, kau menyanyikan seperti tengah bercerita dan ketika kau bernyanyi bahkan sampai gerak tubuh dan binar matamu akan mengatakan setiap lirik itu. Itu yang terus aku minta. Dan mustahil sih kalau tidak ada pengalaman pribadi dan keintiman denganNYA. Seperti yang aku bilang tadi, ini buruknya aku, begitu moody kadang aku susah sekali connect ke Tuhan. He’s working on it, i believe.

Lord, i cant help mysef adoring YOU!

You’re so awesome!

Beberapa hari yang lalu aku mencoba mengexplore talenta yang DIA beri. Ya, karena aku tidak mau mengubur talenta yang DIA beri dan menuai murka. Padahal hati kebat-kebit juga karena buatku ini kali pertama aku terjun sebagai HOST acara, padahal kalau di gereja, kalau lagi diluar nyanyian, waktu baca pengumuman gitu yang ada aku ngomong terbata-bata. Ini entah kenapa juga, yang dulunya si minder, kini dibawa jadi public speaker. See... my LORD is soooooo unbelievable!!!!

Passion itu tidak pernah mempersoalkan berapa banyak uang yang kau dapatkan.

At least itu yang sedang Tuhan ajarkan di hidupku. Ketika kau memiliki cinta, kau tidak pernah keberatan seberapa pun kau dibayar. Aku tidak sempurna! Aku masih belum punya itu seluruhnya. Aku masih perhitungan. Tapi aku belajar, seberapapun itu berkat yang Tuhan beri, bukan karena itu tapi karena aku mau melakukannya untuk menyenangkanNYA.
Selanjutnya, aku memulai bukan dengan hal yang besar. i wont stop learning! Till i can fly higher and higher. 

*update
 kesaksian ini saya sengaja perlambat postingnya padahal sudah saya tulis beberapa bulan yang lalu karena sebenarnya waktu itu surat tugas blm jelas. baru diberi pengumuman lisan dari yayasan. dan simpang siur berita bahwa seorang teman yang lain yang mendapatkan posisi itu. sempat saya merasa kecil hati tapi buat saya, saya belajar untuk meletakkan semuanya di tangan TUHAN. kalaupun saya tidak dapat posisi itu, Tuhan punya rencana yang lebih besar. tapi semuanya terjawab dengan surat tugas yang sebenarnya. so, here i am...

saya baru memulai tugas baru saya sebagai guru kira-kira  seminggu ini, yang lucu buat saya, dulu ketika kecil saya suka berdandan dengan rok sepan dan kemeja rapi sambil menyandang tas di bahu, mematut-matut di kaca dan berkata "aku kayak bu guru". dan senin kemarin ketika saya memandangi kaca sebelum berangkat kerja dengan penampilan yang rapi jali sepan hitam dan kemeja lengan panjang serta heels formal, saya diingatkan memory kecil itu. Bukankah ini persis seperti cerita "pesta kostum" yang aku pernah baca. 

Ada sebuah undangan ke sebuah pesta yang mewajibkan pesertanya berdandan sesuai cita-citanya. Dan beberapa tahun kemudian pun mereka menjadi seperti yang mereka cita-citakan.

Destiny is a choice. Tapi semuanya ada dalam kendali tangan TUHAN. 
Love GOD so much.

Sunday, January 27, 2013

Euforia

Dalam seminggu ini sebenarnya minggu penuh euforia namun dalam euforia dari diriku sendiri itu membuatku melakukan kesalahan fatal yaitu Menyimpang dari Tuhan. Ketika dalam pergumulan yang begitu rupa, dekat denganNYA itu begitu indah, pokoknya pengen berdua, kanthil kemana-mana. Begitu pergumulan itu terlampaui dan hasil – karenaNYA- luar biasa, rasa puas itu menghinggapi hati dan perlahan kepalaku mulai berpaling. 

Beberapa waktu pula, aku dengan kepongahanku merasa “bisa” tanpa Dia, merasa “main atur sendiri” padahal Dia tidak perintahkan. Teguran demi teguran tongkat didikanNya menerpaku. Sejujurnya, aku senang ketika Tuhan masih terus mengingatkanku, terus mendidikku, terus mau mengoreksiku. Tanda kasihNya begitu besar padaku. Sekalipun dalam beberapa waktu kemellowanku membuatku agak “buntu”. Benar saja, apa yang aku alami tersebut diteguhkan dengan sebuah khotbah yang aku dengarkan kembali siang ini. Bagaimana ketika sikap hati kita saja sudah salah dihadapanNya, dalam sekejab akan “Habis”. Merasa ingin menunjukkan “siapa saya” itu kesombongan yang membuatNYA tidak bertindak apa-apa!

Begitu pula dengan pelajaran berkatNya, dengan semangat aku belanjakan tanpa sama sekali bertanya untuk siapa seharunya berkat jasmani itu aku gunakan. Dan kurasa aku sudah mendapatkan raporku dalam test ini : Remidi!

Bagaimana Tuhan bisa memberkati dengan yang lebih besar kalau yang sekian saja aku masih kelimpungan mengaturnya? Padahal Dia sudah rindu memakaiku sebagai BendaharaNya. Haduh, jangan sampai didapatinya sebagai Bendahara yang tidak jujur di hadapanNya. Dan aku hanya bisa berkata “Tuhan, daripada aku ini melenceng jauh dari Engkau, aku mau terima didikanMu terlebih dahulu, sampai hati dan mentalku siap.”

Rasa puas melanda dengan luar biasa karena satu hal yang menjadi momok bagiku aku lalui, memang baru tahap pertama, tapi ini menjadi tahap yang begitu menentukan. Sebuah rhema mengingatkanku sebelum semuanya terlambat : “Dia, Tuhan, menginginkan tidak hanya ketika duka saja kita bersama denganNya. Namun baik suka maupun duka. Dia ingin keintiman yang sejati. Bukan sekedar doa basa basi.”

Pelayanan keluar bukan dari skill-ku, kekuatan atau kemampuanku. Tapi dari hubungan keintimanku denganNya. Tapi aku tahu, jauh sekali bahkan seringkali aku lebih berpusat pada perasaanku. Kadang begitu menggebu kadang letih lesu.

Dan hatiku begitu kacau kalau tidak menikmati HadiratNya.

Semuanya jadi serba salah.

Namun malam ini, aku bersimbuh di hadapanNya, dalam pelukanNya, tersedu-sedu menangis karena terharu dengan kasihNYA yang luar biasa. Setiap didikanNya, setiap kesempatan besar yang Dia beri, setiap airmata, setiap tawa, hanya bersama denganNya. Dan setiap aku mendengar Rhema yang kuat keluar dari mulutNYA, hatiku dan Rohku melonjak dalam sukacita. Aku tahu, aku berjalan dalam destinyku. I’m on my way!

Kembali aku belajar meletakkan. Kembali aku belajar apa itu belajar beriman dan tidak ngoyo  dengan kekuatan sendiri. Kembali lagi aku mengakui, karena cintaMu sajalah aku hidup dan biar karena perkenananMU pula aku melalui segalanya. Aku hidup karena TitahMU, apa yang seharusnya aku kuatirkan kalau KAU Penciptaku menjamin semuanya bagiku? Tidak ada!

Jadi kembalilah tenang hai Jiwaku, karena kau telah menemukan Jantung Hati-mu.
“Hanya dekat Allah saja aku tenang, daripadaNya-lah keselamatanku”

Dengan ditemani lagu Terima Kasih – Final Wave (Mahanaim) kembali lagi hatiku dipenuhi dengan rasa kagum akan kebesaran kasihNYA dalam hidupku. Kembali jiwaku dan Rohku bergairah mengingat setiap moment yang begitu indah bersamaNYA. Setiap detik dalam keintiman, setiap menit dalam pelukanNYA. Merasakan indahnya hasil KaryaNYA dalam hidupku. Sekalipun dalam prosesNya, dagingku mengeluh. Aku merindukan saat-saat duduk diam dibawah kakiNYA, mendengar suara lembutNya, mendengar Dia membagi isi hatiNya. Kadang cuma saling terdiam dan airmataku tak hentinya mengalir, bukan karena sedih namun rasanya indah tiada tara dan tidak bisa dilukiskan oleh apapun.

Aku rindu ketika Dia mengatakan dengan lembut, “You are MY Own.”

Aku tahu dalam ketidaksempurnaanku, Engkau membawaku dekat padaMu. Dalam setiap proses, bahkan dalam kejatuhanku, aku tahu tempat terbaikku adalah di sisiMU senantiasa. Di hadiratMu, di pelukanMu itu hidupku.

didikanMu, yang mengukir hidupku, penyertaanMu, tidak bisa aku ungkapkan kepada orang lain karena kami memiliki jatah masing-masing dan pengalaman masing-masing. Tapi aku bersyukur aku mengalami apa yang aku alami sehingga aku merasakan pengalaman pribadi bersamaMU lebih lagi.

Setiap proses adalah goresan indah dalam hidupku,
dalam setiap detilnya terukir namaMu.
Biar lagu cinta dan mazmur tercipta
Untuk menyanjung Engkau senantiasa
Karena di dalam kesesakan, Kau memberi kelegaan
dalam kehilangan, Kau berikan rasa aman
Dalam cintaMu kutemukan sukacita
Dalam dekapMu diriku utuh kembali
Dan inilah euforia yang sejati

Partners