Friday, July 12, 2013

KKR Kingdom Explosion - A Journal - part 1

Berjalan dalam anugerah hari lepas hari. Tidak pernah bersudahan kasihNYA dalam hidup kita. KKR kemaren tgl 8-10 Juli tersebut bawa sesuatu yang besar dalam hidupku, terutama. Berbagi dan menceritakan kebaikanNYA dan penyertaanNYa, aku hendak bercerita tentang persiapan sebelum ke KKR.

Hal pertama: cek rohani!

Sebenarnya beberapa minggu memasuki bulan juni-juli, aku disibukkan dengan rutinitas sehari-hari yang tak kunjung henti mempersiapkan anak-anak UAS baik di sekolah atau di tempat bimbel/private. Begitu masuk liburan, disangka bisa libur tapi masih ada jadwal jaga di sekolah, termasuk Workshop untuk kurikulum baru dan Raker untuk tutup tahun ajaran. Singkat cerita: padat! Dan kurang jam doa.
Di hari sabtu malam sebelum keberangkatan, hatiku bener-bener ga tentrem. Terutama banyak hal yang terjadi mengenai planning keberangkatan. Kami memutuskan naik travel karena issue bahkan berita di tivi yang mengatakan Pantura macet total. Jalan yang biasa kami lewati ke Semarang dan beberapa saksi mengatakan kalau bisa macet sampai 10 jam! Sementara kami bertujuh, beberapa masih anak-anak. Kekuatiran itu menyusup masuk.
Dsan hari itu, di malam itu, Tuhan bawa aku berdoa untuk clean up jalan menuju Semarang. Tidak ada kemacetan dll. Begitu slese doa, kelegaan besar melandaku. Dan cuma berpikir satu, aku sudah melakukan bagianku Tuhan. Berdoa dan perangi. Sekarang tinggal tenang dan nyerah di hadapan Tuhan.

Ajaib! Jadwal keberangkatan jam 11 siang tepat waktu! Sampai semarang jam 5 sore tepat waktu! Tidak ada kemacetan! Bahkan kami bisa beribadah minggu di sana! Kalau bukan Tuhan, siapa lagi?!
Begitu juga pulangnya, semua lancar.
See! Masih nggak percaya tentang peperangan rohani? Rugi besar! Itu penting sekali.

Hal berikutnya: keuangan!
Sempet mumet dengan pemasukan yang tesendat akibat pembayaran beberapa customer yang tidak tepat waktu. Barang sudah datang, tapi orangnya entah kemana. Mulanya sumpek. Berat banget! Pengen marah juga! Tapi belajar nyerah deh ke Tuhan. Tanya mesti ngapain. Kalau memang ini ujian buat mental entrepeneurship –ku diasah, pasti makin kuat deh. Masa baru barang berapa biji aja udah kelabakan, kalau dikasih sepabriknya gimana bisa kelola? Begitu kata Roh Kudus kuat di hatiku. Hihi, jadi malu. Ya Tuhan, hambaMu ini mau belajar.
Akhirnya doa perangi roh-roh penipuan, belat belit,pengiriman yang terlambat dll. Semua clean up beres! Orderan masuk dan transaksi lancar jaya berkat Tuhan.
Sampailah pada KKR dan praisen worship Time
Saat-saat yang luar biasa, karena bisa maksimal buat Tuhan. Menyembah DIA sampai semua keletihanku rontok, habis nggak bersisa. Dan baru kali ini aku bisa mendapatkan karunia penglihatan. Belum terlalu jelas, tapi aku tahu tu dari Tuhan. Karena setelah itu aku dapat konfirmasinya dari Para Hamba Tuhan.

Terutama pada saat pintu gerbang keintiman dibuka, Pak Daniel waktu itu yang pimpin. Kerinduanku terjawab. Aku melihatNYA. DIA berdiri mengedangkan tangannya dan aku dalam penglihatanku seseorang anak kecil berlari riang ke arahNYA. Itu buatku menjerit kesenengan. DIA memelukku, memangkuku dan mengenakan mahkotaNYA di atas kepalaku. cintaNYA ajaib!!!

Selain itu, aku melihat perlengkapan-perlengkapan rohani yang Tuhan berikan. Salah satunya bouquet blue roses (yang begitu aku buka mata, eh, Emak – istrinya engkong Yusak – sedang pegang n menari buat Tuhan dengan buket mawar warna biru). Saatnya menari buat Tuhan dengan gelora. 

Banyak rhema-rhema yang Tuhan taruh dalam hatiku. Begitu Tuhan ingatkan untuk tulis lagi, aku akan tulis kembali. Belajar nunggu Tuhan. J

The Open Door - KKR Gresik with Pdt. Petrus Agung


Dibuka oleh kesaksian Pak Agung tentang perjalanan beliau ke Myanmar beberapa tahun yang lalu. Dengan hanya berbekal nomor telepon hotel dimana yang hendak menjemputnya itu menginap, beliau berangkat. Namun sampai di bandara, beliau menunggu sampai malam yang bertugas menjemput tidak kunjung datang. Ditawari taksi pun, Beliau tidak tahu harus kemana. Beliau tidak tahu dimana hotel itu berada. Sampai ada seorang petugas bandara yang menanyaka  dan membantu Bapak menelpon orang yang hendak menjemput itu. Akhirnya orang itu datang dan minta maaf karena salah jadwal. Dikiranya, baru besok Pak Agung datang dari Indonesia. Demikian menggambarkan betapa satu rangkaian nomer tlp itu saja bisa menyelamatkan bapak dari kebingungan n merubah keadaan, apalagi sepatah kata dari Tuhan. Maka dari itu, rindukan sepatah kata  yang dari Tuhan dinyatakan dalam dirimu karena itu akan mengubah hidupmu.

1 Korintus 16:8-9
Kita sedang menantikan pentakosta terbesar di dunia. Kita sedang mengalami masa tuaian dimana jiwa-jiwa dibawa datang ke Tuhan. Rasul Paulus berkata dlm ayat tersbut “ ada kesempatan, ada sebuah pintu besar yang dibuka, untuk suatu pekerjaan efektif, untuk sebuah lawatan besar”
Pintu yang terbuka itu bagian Tuhan membukakan bagi kita. Tapi pekerjaan efektif itu harus kita yang lakukan. Kita harus bekerja dengan maksimal – kerja efektif.
1.                       Supaya ada pintu terbuka : doakan supaya ada pintu yang terbuka. Berdoalah dengan tepat! Seringkali kita berdoa, tapi tidak tepat sasaran. Kita berdoa seperti orang “sipil” padahal kita sebenarnya bukan orang “sipil”, kita adalah PASUKAN! Seperti yang Tuhan Yesus katakan “diatas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja (ekklesia)”

Ekklesia (yunani) :istilah militer, seorang tentara yang dipanggil n digabung menjadi sebuah pasukan. Sehingga alam maut tidak bisa menguasai kita, karena kita tentara Allah. Jangan berdoa seperti orang sipil. Tetapi seperti tentara. Buat peperangan rohani. Berdiri buat kotamu, kitalah pasukanNYA. Buat pemetaan rohani, ketahui otoritas, tengking dan patok. Mulai dari pelajari sejarah kota dll. Dan pintu terbuka karena hasil peperangan rohani. Berdirilah untuk kotamu!

2.                       Pekerjaan yang efektif
Seringkali yangmenjadi sandungan atau persoalan dalam kita TIDAK BISA maksimal atau efektif adalah KITA MERASA TIDAK MEMILIKI APA-APA. Padahal ketika kita berkata kita tidak punya apa-apa maka yang sebenarnya ada pada kita akan diambil juga.
2 Raja 4:1-7
Wanita tersebut menjawab nabi Elisa “aku tidak punya apa-apa”. Kenapa kita bisa berkata demikian? Padahal sebenarnya kita punya, meskipun sedikit. Janda nabi yang tertulisa dalam kita 1 raja-raja tersebut pun memiliki sesuatu sekalipun jumlahnya tidak banyak. Begitu juga kita. Mungkin banyak Gembala Sidang yang berkata “ah, itu kan gereja bapak. Jemaatnya kaya-kaya jadi bisa memberi banyak. Gereja saya di desa, orangnya sederhana.”  
Itu mentalitas!
Keminderan yang tidak dididik sampai hilang akan jadi batu sandungan. Tidak akan menjadikan kita maju. Menghambat! Minta hati yang mau dididik, didik jiwamu. Mentalitas itu dari jiwa. Kalau mindernya keluar itu bisa membuat kita tidak taat pada Tuhan. Tidak tepat seperti yang Tuhan mau.

Tuhan mau memberkati kita dengan apa yang sudah ada pada kita.
Contoh: minyak janda nabi tersebut, minyaknya sudah ada kan di dalam rumah? Tuhan sudah taruh benih itu dalam hidup kita masing-masing. Sekecil apapun. Entahh itu dalam bentuk potensi ilahi, talenta, bakat, dll. MIRACLE IS IN THE HOUSE.
Seperti contoh lain, Anggur di pernikahan di Kana. Airnya sudah ada di dalam rumah pesta tersebut bukan? 5 roti dan 2 ikan juga demikian.
Jangan mau dibodohi setan yang berkata, “kau tidak punya apa-apa”

3.       Jangan anggap remeh apa yang ada padamu sekalipun sedikit
Kalau saja janda itu mengatakan, tidak hanya minyak yang ada dirumah itu. Saya percaya masih banyak yang lain sekalipun sedikit, garam sedikit, gula sedikit, tepung sedikit. Itu pasti ada seharusnya. Coba janda itu berkata demikian, pasti mukjizatnya pun akan dobel-dobel. Bukan masalah rakus atau tidak.
Sebenarnya itu merupakan mentalitas. Kita bukan rendah hati tapi rendah diri (sama aja dengan minder yah :p )
“kami cuma jemaat kecil. Anggota persekutuan kami cuma 2-3 orang. Tappi tetap saja mereka “domba-domba” anda bukan?
Kalau anda berkata “cuma” itu bukan rendah hati tapi akan rendah diri dan tidka bertanggungjawab. Sikap meremehkan yang anda tidak sadari.

Tapi kalau anda bilang “cuma punya ini” (spt janda tsb). Tuhan menghormati Free will anda dan hanya melipatgandakan apa yang ada pada anda.

Tapi kalau anda mau maksimal, didik diri anda untuk keluar dari keminderan.
Caranya: Tuhan biasanya akan ajak anda melewati hal-hal yang anda takutkan. Taklukan itu. Menangkan area tersebut.

4.       Bejana yang besar. Visi yang benar
Perumpamaan 5 roti dan 2 ikan. Ikannya tidak bersisa tapi rotinya lebih 12 bakul. Semua yang dari manusia kalau dibiarkan maka hasilnya akan terbatas.
Yohanes 6:11
Ikan dilipatgandakan sesuai dengan yang mereka kehendaki-hanya cukup untuk orang2 tersebut. Sehingga kalau visi kita ingin jadi besar, belajar tangkap visi Tuhan. Karena itu yang akan menjadi besar, dilipatgandakan bahkan berkelimpahan.
5.       Nabi yang nggak punya duit tapi malah ngutang? (1 raja-raja 1:1-7)
Bagaimanapun kita butuh yang namanya finansial breathrough. Banyak orang yang kalau tenaga bisa berikan untuk melayani cuma-cuma, tapi begitu disuruh nabur, ogah-ogahan. Kenapa? Karena mereka berpikir kalau tenaga habis, istirahat sebentar pasti akan balik lagi. Tapi kenapa kalau uang susah? Karena mereka sudah terpola uang susah didapat! Itu menandakan bahwa TUHAN YESUS saja belum cukup bagi anda. Bukankah DIA sumber segalanya? Jehovah Jireh!

“Tuhan adalah gembalaku. Tidak akan kekurangan aku!” Mazmur Daud berkata demikian.
Jadi seharusnya kita tidak pernah kekurangan. Karena keuangan kita akan pulih. Jangan takut menabur!

Self Note:
Banyak hal yang aku dapat selama mengikuti KKR tersebut. Bahkan lebih dari sebelum itu. Begitu mendengar ada KKR di Gresik plus pasar murah, hatiku melonjak gembira dan ingin sekali ada disana. Rupanya ini sesuatu yang Tuhan rindukan. Begitu aku berdoa untuk transportasi ke sana. Besoknya temanku menawarkan transportasi sampai tujuan dan mengikuti KKR + pasar murah sampai selesai. Itu yang membuat hatiku melonjak! Ini yang namanya beriman toh? Enak banget! Ketika nyerah di hadapan Tuhan. Meletakkan kerinduan kita, dan Tuhan jawab dengan luar biasa. Buatku ini hal yang menguatkanku sehingga aku belajar beriman dengan hal-hal yang lebih besar hari lepas hari.
Di sana aku berkesempatan melayani sebagai konselor di pasar murah. Aku belajar Tidak memandang hasil tapi merasakan betapa “hidup” ketika aku bisa melayani dengan bebas. In the centre of His heart! Itu lebih menyenangkan bahkan lebih dari memimpin pujian di KKR besar.
Bahkan untuk hal itu pun aku perlu berlatih untuk bisa menerjang “keminderanku”. Aku minder/takut menghadapi orang. Tapi begitu Tuhan kerja di jiwaku, aku bergerak maju. Kini rasanya pengen nginjil lebih lagi. Pengen doain orang lebih lagi. Rasanya luar biasa!!!

Tuesday, June 18, 2013

A Teachable Heart

Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar;  sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!  Wahyu 3:19

Hari-Hari ini ini Tuhan banyak bawa aku mengenali jati diri yang sebenarnya. Seperti perumpamaan, air keruh dalam tempayan. Kalau kita tidak menggoyang tempayan itu, maka kita tidak akan bisa melihat kotoran di air tersebut yang mengendap di dasar tempayan. Dan itulah yang seringkali Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita. Kita tidak sadar akan sifat bawaan kita yang merusak, mengotori jiwa kita sampai di satu titik ada masalah yang "menghantam" area tersebut. Area keuangan, area jiwa (rasa ingin dihargai, dicintai, dihormati, dll) kesehatan, hubungan dan lain-lain.  Sepertinya membaca hal ini atau seringkali kita mendengarnya akan mudah dilakukan, tapi sista n brother, alamilah sendiri denghan TUHANmu maka engkau akan tahu gimana rasanya :) ngeri-ngeri sedep tapi seneng!


Seperti biasa, aku hanya ingin membagikan kisah yang akhir-akhir ini aku alami dan diajar banyak dari hal itu. Tanpa masalah ini yang secara jiwa menghantam di harga diriku, aku nggak mungkin tahu kalau didalamku masih ada yang namanya "pengen nampang", "pembuktian diri", "mengasihani diri sendiri" "Kesombongan" "kemarahan" dan masih byk lagi.

kilas balik sejenak, aku pernah menuliskan sebuah curhat di blog lamaku, ketika awal aku lahir baru dan melayani. Saat itu aku bergumul karena aku tahu sebenarnya aku eksis banget di pelayanan dimanapun itu karena aku pengin dikenal sebagai "ohh.. itu Nadia toh? sekarang dia Kristen toh? pelayan Tuhan lagi! wow" (untuk kisah selengkapnya latar belakangku cb cek si posting ini BLOG LAMA KU) dan aku merasa that's fine! hal yang wajar toh Tuhan, saat itu kataku padaNYA dlm doa apalagi dengan berdalih "kan aku baru Tuhan, aku kan pengin semua orang kristen tahu aku kristen!" (that"s such a childish thought, now i think :D) waktu itu Tuhan diam saja dan saya lolos setelah "beratnya" pelayanan membuat saya lupa apa namanya "menampilkan diri" pencitraan dll.

tapi anehnya baru-baru ini hal itu muncul lagi kuat banget! sampai saat itu juga aku ngmg ke Tuhan "lho kok gini ya Tuhan. padahal udah biasanya melayani di acara besar spt ini (waktu itu acara Ultah Gereja) istilahe wes menter (kebal) ga usah pamer pun orang yow tahu. tapi ini lain. hatiku udah lain. fokusnya udah nggak ke TUHAN tapi udah ke atensi orang-orang. suara dienak-enakin biar mengundang "wow" haduhhh!! serius, saat itu blank!

Untungnya Tuhan yang Maha Baik nggak langsung ninggal gitu aja si "nakal" ini. sempet beberapa kali mengalami kengeblank-an yang sama sampai saat aku datang ke Tuhan, Tuhan mulai bukakan. Aku tuh masih "ga trimo" ditolak sama orang. dan responku manis kan di luarnya tersenyum berkata "Aku mengampuni." tapi di dalamnya marah bgt. "Awas ya, liaten toh nti aku lho berhasil gini. liaten toh, wong aku wes melayani jungkir walik (jujur aja kata hatiku gini), wes sekolah alkitab wes laopo, jek kurang tha spesifikasi ne?" wakkakak ya, ya, ini yang sebenarnya hatiku katakan. sombong? jangan tanya lah.

Tapi Roh Kudus yang lemah lembut mulai ngingetin. siapa sih aku ini? aku diambil darimana? dari tempat sampah! kalau Tuhan nggak angkat aku, jadi apa aku sekarang? cuma orang kepahitan yang mengasihani diri sendiri. Ya, ekspresi kemarahan berbeda. "makan dalem" begitu istilah Ibu Asramaku dlu. karakterku yang tidak bisa konfrontasi tapi ngomel, ngamuk di dalam hati. akhirnya simpan akar pahit. God's dealing with that things. yup, saya bertobat!

coba cek dan periksa kembali motivasi kita melayani Tuhan. karena FAME? karena KEWAJIBAN? karena CINTA? PASSION? ayolah, kita sendiri yang tahu. jujur di hadapan Tuhan itu enak daripada plintat plintut (masih terus belajar juga) karena kalau memang sudah serong jauh TUHAN luruskan kok. kuncinya? A Teachable Heart. hati yang mau diajar, yang mau dibentuk. sadari kita itu dasarnya udah jelek, kalau nggak ada Tuhan yang membentuk mau jadi apa?

mulai kenali diri kita, itu penting! mulai kenali kepribadianmu, kecenderunganmu (entah mudah marah, pendendam, meledak-ledak dll) cek lagi kelemahan-kelemahanmu sehingga ketika Tuhan proses untuk mengambil kelemahanmu yang "minder" misalnya, kamu nggak akan lekas marah sama TUHAN atau berburuk sangka kalau dipertemukan dengan seseorang yang sukanya mempermalukan kita (biar mindernya enthek!) 

enak kan jalan bareng TUHAN! 
Kalau nggak ngerti, tanya. kalau nggak bisa, minta diajari. hehe. baru-baru ini diingetkan juga sebagai guru baru, jujur ternyata susah juga menghandle murid-murid "special" bin "ajaib" calon-calon pengusaha sukses masa depan ini. untung aja Roh Kudus ingetkan, "Minta diajarin ya. DIA kan GURU BESAR. GURUnya guru-guru. yang pasti minta hati yang melihat murid-murid itu seperti Tuhanmu melihat. " so sweet kan!!

kemarin minggu, FA HEROES juga mendengarkan kesaksian dari Jacqline
celosse yang dipulihkan TUHAN dari kanker ganas. berkali-kali dia berkata "pelayanan itu berbagi hidup. dikenal orang itu cuma bonusnya". itu merhema dalam hatiku hari-hari ini. terutama dengan persiapan KKR KINGDOM EXPLOSION. 

Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan  akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan  masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian , tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api 1 Korintus 3:11-15
aku tutup posting ini dengan pertanyaan seorang adik rohaniku yang bertanya "kok Tuhan kasih pencobaannya beda-beda ya? coba lihat tuh si Jacqline sampai sakitnya kayak gitu. tapi kita nggak sampai kayak gitu ya?" 

Menurut saya, dengan ilhamNYA, karena kita masing-masing pribadi special dan DIA mendidik dan menguji kita dengan spesial, lain-lain caranya dan sesuai kapasitas dan karakter dasar kita. Dengan orang-orang pemberani, Tuhan bertindak ekstrem dan "kelihatan nyata" untuk menguji, membawa ke next level atau mendidik seseorang. tapi dalam kasusku si "Naomi Nadia" yang melankolis, TUHAN goyangkan sedikit di hati, perasaan, emosi aja udah cukup keras gempanya. see? so, jangan mengingini track orang lain, lari terus sampai garis akhir di track kita masing-masing. Bersama TUHAN tidak ada yang mustahil :) 


Partners